Kundapil, Bisri Romly Cek Kesiapan Sekolah Laksanakan PTM Terbatas

- Sabtu, 28 Agustus 2021 | 18:30 WIB
Kundapil, Bisri Romly Cek Kesiapan Sekolah Laksanakan PTM Terbatas. foto/Agus Setiawan
Kundapil, Bisri Romly Cek Kesiapan Sekolah Laksanakan PTM Terbatas. foto/Agus Setiawan

Pekalongan, suaramerdeka-pantura.com - Anggota DPR RI dari Fraksi PKB Bisri Romly melakukan pengecekan ke sejumlah sekolah yang ada di wilayah daerah pemilihannya, yakni Kabupaten Pekalongan mengenai kesiapan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

Sekolah yang disasar dalam kegiatan kunjungan ke daerah pemilihan (kundapil) adalah SMP YMI Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan. Di sana Anggota DPR RI dari Fraksi PKB Bisri Romly langsung ditemui jajaran guru di sekolah tersebut, Sabtu 28 Agustus 2021.

"Sebagai Anggota DPR RI saya menjalankan tugas konstitusi yaitu melaksanakan kunjungan ke daerah pemilihan atau kundapil. Kundapil kali ini saya ke SMP YMI Wonopringgo guna mengecek soal pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas," kata dia.

Sebab, kata Anggota Komisi X DPR RI itu, masa pandemi Covid-19 sudah terjadi setahun lebih, para siswa pun terpaksa harus belajar secara jarak jauh dengan memanfaatkan tekonologi informasi komunikasi dengan menggunakan perangkat ponsel pintar atau komputer yang terhubung dengan internet.

Baca Juga: Auto Wow! Gaji Yang Diterima Cristiano Ronaldo dari Manchester United Rp 9,45 Miliar Per Pekan

Tentu, lanjut Bisri Romly, apakah pelaksanaan pembelajaran tersebut efektif atau tidak. Apabila dibandingkan dengan pembelajaran tatap muka apakah hasilnya sama atau tidak. Hal demikian perlu dipikir bersama untuk kepentingan para anak didik.

Terpisah, sementara itu terkait dengan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Kemendikbudrisetdikti dalam siaran persnya pada 26 Agusuts 2021 yang diunggah di situs remsinya, menyebutkan, satu tahun lebih pandemi Covid 19 mengubah pola belajar siswa dari tatap muka menjadi daring (jarak jauh) memunculkan kekhawatiran akan tertinggalnya siswa mengikuti materi pelajaran.

Meskipun selama pandemi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah menyiapkan kurikulum yang direlaksasi sesuai kondisi darurat, namun banyak faktor lain yang membuat kualitas pembelajaran jadi menurun.

Direktur Sekolah Dasar, Sri Wahyuningsih, mengatakan, salah satu faktor yang signifikan adalah fakta bahwa tidak semua sekolah atau orang tua memiliki fasilitas yang memadai untuk mendukung siswa belajar dari rumah.

Baca Juga: Bisri Romly Pantau Apakah PTM Sudah Dilaksanakan, Daerah PPKM Level 1-3 Kemendikbud Dorong PTM Terbatas

Halaman:

Editor: Agus Setiawan

Tags

Terkini

PTM di Kota Pekalongan Dilaksanakan Tiga Gelombang

Minggu, 5 September 2021 | 15:51 WIB
X