Bekali Mahasiswa dengan Beragam “Soft Skill”, FKIP Unikal Inisiasi Program Calon Guru Profetik Plus

- Senin, 6 Februari 2023 | 19:25 WIB
Dekan FKIP Unikal Fahrudin Eko Hardiyanto menyampaikan materi bertema “Renjana Guru Profetik” pada Program Calon Guru Profetik Plus (Profesional Beretika + Soft Skill) di Auditorium Gedung C Unikal, Senin (6/2). suaramerdeka-pantura.com/ Isnawati
Dekan FKIP Unikal Fahrudin Eko Hardiyanto menyampaikan materi bertema “Renjana Guru Profetik” pada Program Calon Guru Profetik Plus (Profesional Beretika + Soft Skill) di Auditorium Gedung C Unikal, Senin (6/2). suaramerdeka-pantura.com/ Isnawati

PEKALONGAN, suaramerdeka-pantura.com – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pekalongan (Unikal) menginisiasi program Calon Guru Profetik Plus (Profesional Beretika + Soft Skill). Program ini bertujuan untuk membekali mahasiswa FKIP Unikal dengan beragam keahlian dan keterampilan nonteknis (soft skill).

Kepala Laboratorium Kreanova FKIP Unikal M. Haryanto mengatakan, FKIP Unikal membentuk Laboratorium Kreanova untuk latihan mengajar bagi mahasiswa FKIP. Selain itu, Laboratorium Kreanova juga dikembangkan menjadi ruang untuk belajar beragam proses kreatif bagi mahasiswa.

“Harapannya, mahasiswa FKIP Unikal tidak hanya pintar mengajar, tapi juga bisa bertahan hidup dengan berbagai bidang yang digeluti,” terangnya.

Menurutnya, di era saat ini, guru harus bisa beradaptasi. Guru dituntut tidak hanya bisa mengajar, tetapi juga kreatif sehingga bisa menjadi inspirasi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan program Calon Guru Profetik Plus, harapannya, ketika lulus nanti, mahasiswa FKIP tidak hanya berbekal ijazah, namun juga mempunyai personal branding.

Program Calon Guru Profetik Plus diikuti 124 mahasiswa semester VII. Mereka berasal dari program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Pendidikan Matematika dan Pendidikan Bahasa Inggris.

Haryanto menjelaskan, dalam program ini, mahasiswa akan dibekali dengan berbagai keahlian dan keterampilan. “Seperti membuat konten kreasi dan social branding, digital marketing, publikasi ilmiah dan rintisan usaha untuk membuat usaha kreatif yang bisa menghasilkan kesejahteraan bagi keluarga,” sambungnya.

Sementara itu, Rektor Unikal  Andi Kushermanto mengatakan, ada lima tantangan yang dihadapi lulusan perguruan tinggi saat ini. Di antaranya pola pikirnya sama, kurangnya praktik, kualitas karakter dan susah berinovasi.

Terkait hal itu, ia sangat mengapresiasi program Calon Guru Profetik Plus tersebut. Sebab, pada tahun-tahun mendatang, kebutuhan kerja menuntut SDM yang menguasai nilai moral, etika dan soft skill.

Andi berharap, program ini bisa mencetak lulusan yang profesional. Yakni lulusan yang mempunyai karakteristik, kompetensi dan integritas. Sehingga lulusan bisa bekerja sesuai kapasitas dibalut dengan nilai-nilai soft skill.

“Dengan adanya program ini, maka keinginan pemerintah dalam education from school akan diubah menjadi education for life. Pendidikan bukan sekedar mendapat gelar, namun pendidikan bisa untuk menjadi pegangan hidup untuk hidup ke depan,” terangnya.

Editor: Nur Khoerudin

Tags

Terkini

Besok, Unikal Gelar Wisuda bagi 466 Mahasiswa

Jumat, 17 Maret 2023 | 18:14 WIB

Unikal-Muamalat Institute Jalin Kerja Sama

Rabu, 8 Maret 2023 | 16:10 WIB

Meriah, Pesta Siaga Kabupaten Pemalang

Selasa, 28 Februari 2023 | 21:11 WIB

Hujan Tak Halangi Pesta Siaga Kwaran Taman

Selasa, 21 Februari 2023 | 11:22 WIB
X