LPM UIN Gus Dur Gelar Pelatihan Penyamaan Persepsi dan Seleksi Asesor BKD

- Jumat, 2 Desember 2022 | 11:00 WIB
PESERTA : Para dosen UIN Gus Dur Pekalongan, mengikuti pelatihan penyamaan persepsi dan seleksi asesor BKD, Selasa 29 November 2022. Foto : (suaramerdeka-pantura.com/dok)
PESERTA : Para dosen UIN Gus Dur Pekalongan, mengikuti pelatihan penyamaan persepsi dan seleksi asesor BKD, Selasa 29 November 2022. Foto : (suaramerdeka-pantura.com/dok)

PEKALONGAN, suaramerdeka-pantura.com - Lembaga Penjamin Mutu (LPM) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menggelar pelatihan penyamaan persepsi dan seleksi asesor Beban Kerja Dosen (BKD) di Ruang Meeting Lantai 3 GPT Kampus 2 UIN Gus Dur di Kajen, Selasa 29 November 2022.

Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Prof Dr Rambat Nur Sasongko yang jugs Direktur Program Pascasarjana Manajemen Pendidikan FKIP Universitas Bengkulu. Prof Rambat juga aktif sebagai reviewer dan asesor penelitian Ditlitabmas Dikti Depdiknas. Dan, Mahendra Pratama ST M.Eng, dosen teknik informatika Universitas Lampung.

Baca Juga: Linggo Asri Jadi Pilot Projek Desa Moderasi Beragama, UIN Gus Dur Gelar Workshop & FGD Bersama Elit Strategis

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Gus Dur Pekalongan, Prof Dr Maghfur, M.Ag, dalam sambutannya menyikapi pentingnya diadakan pelatihan ini terutama bagi dosen. "Pelatihan ini menjadi penting bagi kita terutama bagi dosen karena dosen menjadi penyangga utama Perguruan Tinggi. Salah satu indikator Perguruan Tinggi adalah dilihat seberapa berkualitas dosennya karena akan berdampak positif bagi mahasiswanya,” kata Prof. Maghfur.

Ia menambahkan tugas dosen adalah sebagai tenaga profesional dan juga ilmuwan baik dalam proses penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. Prof.Maghfur berharap pelatihan ini akan membawa manfaat bagi seluruh peserta, karena peserta pelatihan ini merupakan calon asesor.

Baca Juga: Tiga Mahasiswa UIN Gus Dur Raih Juara 3 Lomba Debat Konstitusi Tingkat Nasional


“Bagi kita, calon-calon asesor, yang selama ini kita kerjakan BKD dengan aturan 2010. Maka harapannya, dengan pelatihan kita bisa mendapatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan. Selanjutnya bisa dilihat dari sertifikat dan kelulusan ujian," imbuhnya.

Prof Rambat, dalam paparannya berfokus pada matriks dan rubrik BKD. “Kegiatan pelatihan berupa penyamaan persepsi dari Pedoman Operasional tahun 2021, dimulai dari materi kemudian kita lanjutkan dengan tanya jawab,” katanya.

Pada kesembatan tersebut Prof. Rambat memaparkan tentang regulasi, implementasi, kewajiban ,komponen kegiatan dosen dalam BKD 2021, matriks Pedoman Operasional (PO) BKD Tahun 2021 dan rubrik PO BKD.

Sementara, Mahendra Pratama ST M.Eng menjelaskan tentang Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi (SISTER BKD). Ia menjelaskan ada 3 potofolio dosen Sister Dikti. Pertama data pokok yang memuat tentang profil, kualifikasi, kompetensi yang perlu validasi, tanpa validasi.

Kedua data tridharma memuat pendidikan dengan validasi, penelitian dan PKM tanpa validasi. Ketiga data penunjang yang memuat penunjang dan reward semua tanpa validasi. “Data-data tadi bisa dilakukan sinkronisasi data antara Sister dengan PD dikti,” terang Mahendra.

Editor: Yanuar Oky Budi Saputra

Tags

Terkini

Kemampuan Menulis Humas Pramuka sudah Mumpuni

Rabu, 28 Desember 2022 | 15:21 WIB

Penyelenggara PAUD Diminta Transparan dan Akuntabel

Rabu, 14 Desember 2022 | 16:16 WIB

SMK Islam Pemalang Galang Bantuan Gempa Cianjur

Senin, 12 Desember 2022 | 15:19 WIB
X