BRIN Tinjau Mesin Pengolah Sampah SMK Satya Praja 2

- Selasa, 29 November 2022 | 07:43 WIB
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkunjung ke SMK Satya Praja 2 Petarukan Kabupaten Pemalang.www.suaramerdeka.com (Ali Basarah)
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkunjung ke SMK Satya Praja 2 Petarukan Kabupaten Pemalang.www.suaramerdeka.com (Ali Basarah)


PEMALANG,suaramerdeka-pantura.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkunjung ke SMK Satya Praja 2 Petarukan Kabupaten Pemalang untuk meninjau mesin pengolah sampah. Tim dari BRIN ini adalah Organisasi Riset Energi dan Manufaktur, Pusat Riset Konversi dan Konservasi Energi pimpinan Haznan Abimanyu.

Kepala SMK Satya Praja 2 Petarukan Purwo Setya Witanto menjelaskan kehadiran BRIN di sekolahnya dalam rangka kegiatan BRIN mengenai pengembangan teknologi pengolah sampah non-biomassa (plastik, ban bekas dan limbah lainnya). "Sekolah kami membangun teknologi pengolah sampah plastik yang menghasilkan bahan bakar,"kata Purwo, kemarin.

Karena itu dia bersyukur karya anak-anak didiknya mendapatkan perhatian dari BRIN. Apalagi alat pengolah sampah dari sekolah yang memiliki murid sebanyak 1.761 orang itu mendapat dukungan dari Perhimpunan Alumni Jerman.

Saat ini alat pengolah seharga Rp 200 juta masih terus berproduksi. Hasilnya berupa bahan bakar minyak jenis solar yang bisa dipakai untuk mobil, mesin perahu nelayan dan mesin pertanian."Saya sendiri memiliki mobil dengan bahan bakar solar sudah menggunakan bahan bakar produksi SMK Satya Praja 2 Petarukan,"ujarnya.

Adapun biaya produksi dengan harga produknya lanjut Purwo apabila dibandingkan dengan harga solar subsidi maka belum memperoleh keuntungan. Namun demikian apabila dibandingkan dengan harga solar nonsubsidi maka sudah memperoleh keuntungan.

"Biaya produksi mencapai Rp 7.000/liter atau sama dengan harga solar subsidi, karena itu kami targetkan untuk bisa menekan biaya produksi agar nilainya dibawah harga solar subsidi sehingga bisa mendapatkan keuntungan,"terangnya.

Sementara itu mesin pengolah sampah ini adalah mengolah sampah plastik. Namun demikian tidak semua sampah plastik bisa diolah, hanya yang memenuhi syarat saja. Karena itu pihak sekolah mengalami kendala dalam bahan bakunya.

Untuk mengatasi kesulitan bahan baku dilakukan kerjasama dengan komunitas-komunitas antara lain komunitas nelayan dan komunitas traktor sawah. Komunitas ini yang menyediakan bahan baku dengan imbalan mereka bisa membeli solar produksi SMK Satya Praja 2 Petarukan dengan harga murah namun kualitasnya bagus.

Adapun tim dari BRIN yang berkunung terdiri atas Dhani Avianto Sugeng, Ade Syafrinaldy, Imron Masfuri, Trisno Anggoro, Wargiantoro Prabowo, Frendi Riyan Saputro dan Bambang Muharto. Mereka terkesan dengan alat pengolah sampah tersebut, berdiskusi dan sharing teknologi pirolisis.

Editor: Nur Khoerudin

Sumber: BRIN, SMK Satya Praja 2 Petarukan

Tags

Terkini

Kemampuan Menulis Humas Pramuka sudah Mumpuni

Rabu, 28 Desember 2022 | 15:21 WIB

Penyelenggara PAUD Diminta Transparan dan Akuntabel

Rabu, 14 Desember 2022 | 16:16 WIB

SMK Islam Pemalang Galang Bantuan Gempa Cianjur

Senin, 12 Desember 2022 | 15:19 WIB
X