Halal Center UIN Gus Dur Gelar Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal

- Kamis, 24 November 2022 | 15:59 WIB
PELATIHAN PENDAMPING PROSES PRODUK HALAL : Sejumlah peserta mengikuti pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (PPH) secara daring melalui zoom meeting yang digelar Halal Center UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Foto : (suaramerdeka-pantura.com/dok)
PELATIHAN PENDAMPING PROSES PRODUK HALAL : Sejumlah peserta mengikuti pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (PPH) secara daring melalui zoom meeting yang digelar Halal Center UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Foto : (suaramerdeka-pantura.com/dok)

PEKALONGAN, suaramerdeka-pantura.com - Halal Center UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menggelar pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (PPH) secara daring melalui zoom meeting. Pelatihan ini diikuti 400 peserta dan berlangsung selama 3 hari, Selasa (23/11) – Kamis (24/11). Pelatihan sendiri untuk memberikan pelatihan pendamping PPH di lingkungan UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

Paska pelatihan ini, para pendamping PPH di lingkungan UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan, diharapkan memiliki sertifikasi resmi pendamping PPH. Ketua LP2M Prof Dr H Imam Kanafi MAg, berharap UIN Gus Dur Pekalongan dapat memfasilitasi kebutuhan proses sertifikasi halal, salah satunya dengan melaksanakan Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (PPH).

Baca Juga: UIN Gus Dur Raih Penghargaan PT Responsif Gender Terbaik , Kategori Pengabdian dan Advokasi Tahun 2022

“UIN K.H. Abdurrahman Wahid sebagai peguruan tinggi yang memiliki Lembaga Halal Center berkewajiban untuk menyelenggarakan pelatihan bagi masyarakat untuk memperoleh sertifikat PPH," tuturnya.

Sementara, Dr Kuat Ismanto MAg, selaku Direktur Halal Center UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyampaikan kegiatan ini merupakan proses dalam pembentukan Pendamping PPH yang terdaftar di BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal).

“Sebagai tindak lanjut, dari pelatihan Pendamping PPH ini, bagi peserta yang lulus akan didaftarkan di BPJPH sehingga mereka akan menjadi Pendamping PPH yang resmi,” tutur Kuat.

Baca Juga: Mahasiswa KPI UIN Gus Dur Raih Juara 1 Presenter Wanita Terbaik, Anugerah Penyiaran KPID Jateng 2022

Analis Kebijakan Ahli Madya pada Bidang Bina Auditor Halal dan Pelaku Usaha Pusat Pembinaan dan Pengawasan Jaminan Produk Halal BPJPH Kementerian Agama, Drs H Khotibul Umam selaku narasumber menuturkan Produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal. “Hal ini sudah diataur dalam Pasal 4 UU 33/2014 tentang JPH,” sebutnya.

Umam menyampaikan, untuk Pelaku Usaha Mikro dan Kecil berkewajiban memiliki sertifikat halal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4A UU 11/2020 didasarkan atas pernyataan pelaku usaha Mikro dan Kecil. "Bagi pelaku usaha yang memproduksi produk dari bahan yang berasal dari bahan yang diharamkan dikecualikan dari mengajukan permohonan sertifikat halal dan wajib mencantumkan keterangan tidak halal pada produk," tegas Umam.

Baca Juga: Terima Delegasi Pemda Kaimana Papua, UIN Gus Dur Komitmen Tingkatkan Kerjasama

Kepala Pusat Pembinaan dan Pengawasan Jaminan Produk Halal Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Kementrian Agama, Dr HA Umar dalam pemaparannya menuturkan, ada empat peran yang dapat diambil oleh perguruan tinggi dalam mengembangkan industri produk halal nasional. Pertama adalah pengembangan SDM, dengan adanya Halal Center, universitas diharapkan dapat menjadi pusat penyedia SDM untuk industri halal, seperti penyedia halal, auditor halal, dan pendamping PPH.

Kedua, sebagai Lembaga Pemeriksa Halal (LPH). Ketiga, riset produk halal dan inkubasi bisnis, di mana infrastruktur laboratorium, SDM, dan ilmu pengetahuan yang dimiliki, dapat menjadi pionir dalam inovasi dan riset produk halal. Ke-empat, literasi halal menyasar dua kelompok, yaitu produsen dan konsumen.

Pelatihan mengenai produk halal menjadi sangat penting karena produk halal telah menjadi tren bisnis di dunia, baik negara muslim maupun nonmuslim. Perdagangan produk halal antar negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja sama Islam (OKI) mencapai USD254 Miliar, yang dapat mendongkrak Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 1-3 persen.

Editor: Yanuar Oky Budi Saputra

Tags

Terkini

Kemampuan Menulis Humas Pramuka sudah Mumpuni

Rabu, 28 Desember 2022 | 15:21 WIB

Penyelenggara PAUD Diminta Transparan dan Akuntabel

Rabu, 14 Desember 2022 | 16:16 WIB

SMK Islam Pemalang Galang Bantuan Gempa Cianjur

Senin, 12 Desember 2022 | 15:19 WIB
X