Dua Dosen FUAD UIN Gusdur Raih Paper Tebaik, Event Internasional The 4th ICON UCE 2022

- Kamis, 27 Oktober 2022 | 14:51 WIB
TERIMA PENGHARGAAN : Dua dosen FUAD UIN Gus Dur Pekalongan berprestasi, Syamsul Bahkri dan Muhammad Rifa'i Subkhi, menerima plakat penghargaan dalam event   International The 4 Th ICON UCE 2022 di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Foto : (suaramerdeka-pantura.com/dok)
TERIMA PENGHARGAAN : Dua dosen FUAD UIN Gus Dur Pekalongan berprestasi, Syamsul Bahkri dan Muhammad Rifa'i Subkhi, menerima plakat penghargaan dalam event International The 4 Th ICON UCE 2022 di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Foto : (suaramerdeka-pantura.com/dok)

PEKALONGAN, suaramerdeka-pantura.com - Dua dosen Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan berhasil meraih penghargaan paper
terbaik dalam acara The 4th International Conference on University-Community Engagement (ICON UCE) 2022 yang digelar di IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Senin (24/10) - Rabu (26/10).

Kedua dosen tersebut yakni, Syamsul Bakhri dan Muhammad Rifa’i Subhi dan sukses meraih urutan terbaik kedua dengan mengangkat judul Empowerment of Strategic Elites in
Establishing Religious Moderation and Harmony Awareness Villages : Pilot Project of Linggoasri Village, Kajen District, Pekalongan Regency. (Pemberdayaan Elit Strategis Dalam
Membentuk Desa Moderasi Beragama dan Sadar Kerukunan: Pilot Project Desa Linggoasri Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan-red).

Baca Juga: Terima Delegasi Pemda Kaimana Papua, UIN Gus Dur Komitmen Tingkatkan Kerjasama

Event dua tahunan yang diselenggarakan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kemenag ini bertujuan untuk membahas format pengabdian masyarkat khususnya pada Perguruan Tinggi
Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia. Selain itu, juga untuk ajang kompetisi antar PTKI se-Indonesia untuk menunjukan karya ilmiah terbaik.

Syamsul menjelaskan alasan pemilihan judul tersebut adalah karena permasalahan mengenai intoleransi beragama yang hingga kini masih sering terjadi di Indonesia. Pengabdian masyarakat yang dilakukan berbasis Moderasi Beragama, sesuai dengan Agenda Riset Keagamaan Kemenag, dan dipilih Desa Linggoasri sebagai pilot project.

"Itu karena agama dan masyarakatnya disana beragam; Islam, Hindu, Kristen, dan Budha. Bahkan dalam satu keluarga banyak yang agamanya berbeda-beda," terangnya.

Baca Juga: Launching Hari Santri 2022 Berlangsung Meriah, Digelar di UIN Gus Dur Pekalongan

Dalam paparan makalahnya, Syamsul menjelaskan ada empat aset kultural warga Desa Linggoasri yaitu: keragaman agama (Islam, Hindu, Budha dan Kristen), keharmonisan
antarumat beragama (tidak pernah terjadi konflik kelompok), sikap toleransi beragama (antarumat beragama hidup berdampingan dan saling menghargai perayaan hari besar
masing-masing agama), dan terdapat tempat wisata yang mendukung kesejahteraan masyarakat (Wisata Linggo Asri).

Sementara, atas raihan prestasi itu, Rifa’i mengatakan pengabdian masyarakat akan dilakukan berkelanjutan “Kedepan pemberdaayaan ini akan dikembangkan untuk masyarakat Linggoasri yang memiliki religious culture festival, camping moderasi beragama untuk siswa dari berbagai agama setingkat SMA, dan launching Linggoasri sebagai Desa Moderasi Beragama dan Sadar Kerukunan,” tutur Rifa'i.

Baca Juga: Perkuat Jejaring Alumni, UIN Gus Dur Pekalongan Gelar FGD

Halaman:

Editor: Yanuar Oky Budi Saputra

Tags

Terkini

Kemampuan Menulis Humas Pramuka sudah Mumpuni

Rabu, 28 Desember 2022 | 15:21 WIB

Penyelenggara PAUD Diminta Transparan dan Akuntabel

Rabu, 14 Desember 2022 | 16:16 WIB

SMK Islam Pemalang Galang Bantuan Gempa Cianjur

Senin, 12 Desember 2022 | 15:19 WIB
X