Seribu Puisi Anak SMP untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

- Jumat, 14 Oktober 2022 | 18:40 WIB
Siswa SMP 1 Ulujami Pemalang menggelar aksi 1.000 puisi dan doa bersama untuk korban tragedi Kanjuruhan Malang.www.suaramerdeka.com (Ali Basarah)
Siswa SMP 1 Ulujami Pemalang menggelar aksi 1.000 puisi dan doa bersama untuk korban tragedi Kanjuruhan Malang.www.suaramerdeka.com (Ali Basarah)


PEMALANG,suaramerdeka-pantura.com - Siswa SMP 1 Ulujami, Kabupaten Pemalang membuat puisi yang dipersembahkan untuk korban tragedi Kanjuruhan, Malang. Kepala SMP 1 Ulujami Tri Doyo Basuki mengatakan aksi 1.000 puisi untuk korban Kanjuruhan ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran agar anak peduli terhadap lingkungan.

"Menurut saya kapan anak-anak bisa mengerti apabila menyentuh saja tidak, kemudian kapan mereka prihatin apabila mendengar saja belum sehingga kejadian di GOR Kanjuruhan Malang ini agar anak-anak mengerti dan mengambil hikmahnya,"kata Kepala Sekolah, Jumat (14/10).

Dalam aksi seribu puisi ini siswa SMP 1 Ulujami juga menggelar doa bersama untuk korban Kanjuruan. Siswa SMP ini berjumlah 863 orang dan masing-masing mendapatkan tugas membuat satu karya puisi.

Kemudian anak Pramuka dan Dewan Penggalang serta pengurus OSIS mendapat tugas tambahan satu puisi lagi. Lalu guru-guru juga membuat satu puisi sementara guru bahasa Jawa, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris masing-masing membuat enam buah puisi sehingga seluruhnya ada 1.000 lebih puisi yang dipersembahkan untuk mengenang korban Kanjuruan.

"Apapun kegiatan di sekitar siswa kalau siswa tidak tahu dan tidak mengerti apalagi tidak melihat maka mereka tidak ikut sedih apabila ada kejadian menyedihkan sedangkan pertandinagn sepakbola antara Arema Malang melawan Persebaya Surabaya pada 1 Oktober 2022 lalu, terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,"jelas Kepala Sekolah.

Semua media kata dia dengan serentak memberikan informasi namun demkian apabila siswa tidak melihat, mendengar dan membaca media-media tersebut maka mereka juga tidak mengerti kejadian itu. Melalui aksi seribu puisi ini dan dengan rasa empati di hati masing masing maka pembelajaran hari itu untuk memberikan dukungan kepada mereka yang terkena musibah. Yaitu sebanyak 130 orang meninggal dunia dan hampir 180 sakit.

"Peristiwa ini yang perlu disikapi bagaimana caranya memberikan empati membuat apa yang telah terjadi menjadi pembelajaran, dan refleksi diri,"ungkapnya. Kalau semuanya bisa merasakan kesedihan keluarga yang anggota meninggalnya hanya karena melihat sepak bola maka kedepan agar siswa dapat mengambil keputusan mana yang bisa dilakukan dengan baik atas keselamatan diri sendiri.

Editor: Nur Khoerudin

Sumber: Dindikbud Pemalang

Tags

Terkini

Kemampuan Menulis Humas Pramuka sudah Mumpuni

Rabu, 28 Desember 2022 | 15:21 WIB

Penyelenggara PAUD Diminta Transparan dan Akuntabel

Rabu, 14 Desember 2022 | 16:16 WIB

SMK Islam Pemalang Galang Bantuan Gempa Cianjur

Senin, 12 Desember 2022 | 15:19 WIB
X