Peringati HUT ke-59, SMA Negeri 1 Slawi Gelar Seni Heritage Tegal Laka-Laka dan Projek Cinta Lingkungan

- Rabu, 28 September 2022 | 08:27 WIB
PENTAS: Siswa-siswi kelas X SMA 1 Slawi mementaskan drama pada Pagelaran Seni Heritage Tegal Laka-Laka. Pagelaran yang mengusung tema kearifan lokal  ini merupakan projek penguatan profil pelajar Pancasila salah satu program dalam kurikulum merdeka.  (Cessnasari )
PENTAS: Siswa-siswi kelas X SMA 1 Slawi mementaskan drama pada Pagelaran Seni Heritage Tegal Laka-Laka. Pagelaran yang mengusung tema kearifan lokal ini merupakan projek penguatan profil pelajar Pancasila salah satu program dalam kurikulum merdeka. (Cessnasari )

SLAWI, suaramerdeka-pantura.com - Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-59, SMA Negeri 1 Slawi di Kabupaten Tegal menggelar sejumlah projek kegiatan. Seperti Pagelaran Seni Heritage Tegal Laka-Laka yang digelar di Aula Merah Putih pada akhir September 2022 ini.

Kegiatan itu berlangsung meriah dan sukses. Penampilan para siswa dalam pagelaran itu memukau penonton yang merupakan wali murid kelas X.

Para siswa-siswi terlihat percaya diri saat tampil menyanyi, menari, baca puisi, monolog, bermain drama dan pentas bela diri silat di atas panggung.

Pagelaran seni tersebut merupakan perayaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dengan tema kearifan lokal. Masing-masing kelas tampil dengan kreativitasnya. Para siswa bekerjasama menuangkan kreativitasnya mulai dari menyusun cerita, membuat dekorasi panggung yang apik, menyusun musik pengiring hingga memilih kostum.

Baca Juga: Polres Tegal Bagikan 350 Paket Sembako Kepada Nelayan

Melalui kegiatan itu, para siswa kelas X mengenalkan warisan budaya Tegal kepada penonton. Warisan budaya yang diusung mulai bahasa lokal, kerajinan batik tulis, makanan khas seperti tahu aci, kacang bogares, kerupuk antor, glotak , pilus, manisan pepaya.

Tak ketinggalan tempat wisata yang ikonik seperti Guci dan Waduk Cacaban, termasuk tradisi moci yakni tradisi minum teh dalam tempat air bercerat terbuat dari tembikar atau tanah liat dengan cangkir kecil yang juga terbuat dari tanah liat.

Pagelaran makin meriah dengan tampilnya sejumlah tari-tarian, seperti Tari Guci, Kuntulan,Topeng Endel, dan tradisi Manten Tebu, yang biasa dilakukan masyarakat menjelang giling tebu di pabrik gula.

Lagu-lagu dengan bahasa Tegal juga dinyanyikan siswa, salah satunya lagu berjudul Galawi, yang diciptakan Imam Syarifudin atau dikenal Imam Joend dan dipopulerkan oleh Agus Riyanto, Bupati Tegal yang menjabat 2004-2009 dan 2009-2014.

Baca Juga: Pendaftaran Ditutup, 123 Orang Daftar sebagai Panwascam di Kota Pekalongan

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

BRIN Tinjau Mesin Pengolah Sampah SMK Satya Praja 2

Selasa, 29 November 2022 | 07:43 WIB

Lomba Film Pendek Meriahkan Hari Guru

Jumat, 25 November 2022 | 16:38 WIB

Kantin Kejujuran Bantu Proses Pendidikan Karakter Siswa

Selasa, 15 November 2022 | 15:56 WIB

Sebanyak 911 Pelajar Mengikuti Lomba Mapsi

Senin, 31 Oktober 2022 | 12:46 WIB

Sebanyak 107 Mahasiswa ITB Adias Jalani Wisuda Sarjana

Selasa, 25 Oktober 2022 | 16:16 WIB
X