Rektor UIN Gus Dur Resmi Dikukuhkan Sebagai Guru Besar, Bidang Ilmu Manajemen Pendidikan

- Minggu, 21 Agustus 2022 | 15:50 WIB
BERIKAN UCAPAN SELAMAT : Sekjend Kemenag RI, Prof Dr H Nizar Ali MAg (kanan), memberikan ucapkan selamat kepada Prof Dr H Zaenal Mustakim MAg (kiri), dalam pengukuhan Guru Besar di Bidang Ilmu Manajemen Pendidikan, Satu (20/8). Foto : (suaramerdeka-pantura.com/Kuswandi)
BERIKAN UCAPAN SELAMAT : Sekjend Kemenag RI, Prof Dr H Nizar Ali MAg (kanan), memberikan ucapkan selamat kepada Prof Dr H Zaenal Mustakim MAg (kiri), dalam pengukuhan Guru Besar di Bidang Ilmu Manajemen Pendidikan, Satu (20/8). Foto : (suaramerdeka-pantura.com/Kuswandi)

PEKALONGAN, suaramerdeka-pantura.com – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Sekjend Kemenag) RI, Prof Dr H Nizar Ali MAg, resmi mengukuhkan Rektor UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Prof Dr H Zaenal Mustakim MAg, sebagai Profesor atau Guru Besar dalam Bidang Ilmu Manajemen Pendidikan. Prosesi pengukuhan Guru Besar digelar di Ball Room Hotel Santika Kota Pekalongan, Sabtu (20/8).

Pada prosesi pengukuhan Guru Besar ini, turut dihadiri oleh berbagai tamu dan undangan. Di antara tamu dan undangan yang hadir adalah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kemenag, Kakanwil Provinsi Jawa Tengah, para Rektor, Walikota Kota Pekalongan, Wakil Walikota Kota Pekalongan, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Kapolres Pekalongan, Kepala Kantor Kemenag Kota Pekalongan, Kankemenag Kab. Batang, dan Ketua MUI Kabupaten Pekalongan.

Baca Juga: Prof Zaenal Mustakim Dilantik Jadi Rektor UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan

Ditjen Pendis Kemenag RI Prof Dr H Muhammad Ali Ramdhani STP MT, dalam sambutannya menyatakan rasa bangganya kepada Prof Zaenal yang walaupun berasal dari sebuah desa kecil, namun bisa sukses menjadi Guru Besar. Ia menyebut, setiap anak bangsa boleh bermimpi namun dengan catatan tidak dalam keadaan tidur, melainkan pada kondisi terjaga. “Karena mimpi perlu diurai dengan langkah, usaha dan do’a untuk mewujudkannya,” terang Prof Ali Ramdhani.

Sementara, Sekjend Kemenag RI Prof Dr H Nizar Ali MAg, memberikan apresiasi atas teori baru yang ditawarkan oleh Prof Zaenal terkait Manajemen Kepemimpinan Interharmoni. “Kondisi real saat ini dalam manajemen pendidikan, kepemimpinan yang modern, demokratis, otoriter dan sebagainya tidak mampu menjawab segala persoalan yang ada secara menyeluruh. Maka kepemimpinan harmoni ini tepat dengan berdasarkan nilai spiritualis, humanis dan ekologis,” ungkap Prof Nizar.

Baca Juga: Wisuda UIN KH. Abdurrahman Wahid, Rektor Ajak Wisudawan Teladani Sosok Gusdur Sebagai Cendekiawan Muslim

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama RI H. Yaqut Cholil Qoumas memberikan pidato melalui rekaman video. Menag Yaqut berpesan kepada Prof Zaenal bahwa Guru Besar bukan hanya pencapaian angka kredit, melainkan amanah sebagai salah satu putra terbaik bangsa di bidangnya. “Saya berharap capaian ini dapat memotivasi Prof Zaenal untuk bertanggung jawab secara moral dan lebih peka dalam mengamati sekaligus berkontribusi terhadap kemajuan bangsa serta bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya,” tutur Menag.

Pada prosesi pengukuhan guru besar, Prof Zaenal memberikan orasi ilmiah dengan judul “Manajemen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam: Urgensi Kepemimpinan Interharmoni di Era Disrupsi”. Prof. Zaenal memaparkan paradigma landasan kepemimpinan interharmoni digunakan sebagai dasar untuk mengelola tantangan, sumber daya dan keterampilan organisasi (perguruan tinggi).

Baca Juga: Rektor UIN K.H.Abdurrahman Wahid, Zaenal Mustakim Raih Gelar Guru Besar, Bidang Ilmu Manajemen Pendidikan

Dikatakan, implementasi kepemimpinan interharmoni dalam manajemen PTKI dengan mengutip perspektif manajemen Terry, yaitu Planning, Organizing, Actuating dan Controlling menjadi fungsi manajemen yang tidak dapat dipisahkan, menjadi satu kesatuan yang saling berkesinambungan. “Tawaran menggunakan kepemimpinan interharmoni dalam menghadapi era disrupsi ini, Insya Allah akan menjadikan PTKI akan tetap survive, bahkan bisa semakin berkembang dan dapat bersaing baik dalam skala nasional, regional, maupun global,” pungkas Prof Zaenal.

Halaman:

Editor: Yanuar Oky Budi Saputra

Tags

Terkini

BRIN Tinjau Mesin Pengolah Sampah SMK Satya Praja 2

Selasa, 29 November 2022 | 07:43 WIB

Lomba Film Pendek Meriahkan Hari Guru

Jumat, 25 November 2022 | 16:38 WIB

Kantin Kejujuran Bantu Proses Pendidikan Karakter Siswa

Selasa, 15 November 2022 | 15:56 WIB

Sebanyak 911 Pelajar Mengikuti Lomba Mapsi

Senin, 31 Oktober 2022 | 12:46 WIB

Sebanyak 107 Mahasiswa ITB Adias Jalani Wisuda Sarjana

Selasa, 25 Oktober 2022 | 16:16 WIB
X