Orang Tua Kecewa, PTM di Brebes Dihentikan Sementara

- Senin, 14 Februari 2022 | 20:03 WIB
KEMBALI KOSONG : Ruang kelas sekolah di Kabupaten Brebes kembali kosong menyusul dihentikannya kegiatan PTM dan pemberlakukan PJJ mulai Senin (14/2/2022)  (Teguh Inpras Tribowo )
KEMBALI KOSONG : Ruang kelas sekolah di Kabupaten Brebes kembali kosong menyusul dihentikannya kegiatan PTM dan pemberlakukan PJJ mulai Senin (14/2/2022)  (Teguh Inpras Tribowo )

BREBES, suaramerdeka-pantura.com - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kabupaten Brebes dihentikan sementara, mulai Senin (14/2/2022), dan digantikan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring. 

Berdasarkan Surat Edaran Dinas Pendidikan Brebes, penghentian PTM bertujuan untuk mencegah perkembangan penyebaran Covid-19 di satuan pendidikan mulai jenjang PAUD hingga SMP. 

Penghentian PTM ini pun disambut kecewa oleh orang tua murid. Mereka menyebut kegiatan Bimtek Penyusunan Anggaran BOS Berbasis Aplikasi Arkas SMP di Solo yang saat ini ramai diberitakan menjadi pemicunya.

Sebab, kebijakan pemberlakuan PJJ dikeluarkan setelah puluhan peserta bimtek terkonfirmasi positif corona atau Covid-19.

Baca Juga: Ingin Awet Muda? Cobalah Datang ke Tempat Ini

"Kita sudah senang karena pendidikan anak anak telah normal, sekarang harus daring lagi. Kenapa sih bimtek harus di Solo?. Mengapa tidak undang saja narasumbernya ke Brebes," ucap Adi, salah satu orang tua siswa. 

Berdasarkan pengalaman PJJ sebelumnya, Adi menilai pembelajaran secara daring tidak efektif dan memunculkan beragam permasalahan.

Mulai dari kesulitan sinyal atau jaringan hingga pengeluaran biaya tambahan untuk internet.

"Kemudian yang saya amati itu, anak-anak itu tidak fokus karena menerima materi pelajaran di rumah," kata dia. 

Baca Juga: SMA 2 Batang Deklarasikan Sekolah Bersinar

Suparto Hadi, anggota Komite SMP 1 Bumiayu juga kecewa dengan penghentian PTM. Sebab, sekolah sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama PTM.

"Kasihan generasi muda kita. Pendidikan itu tidak hanya transfer ilmu pengetahuan, tapi juga pembentukan karakter anak. Inilah mengapa orang tua siswa lebih senang PTM dibandingkan PJJ," katanya. 

Suparto juga menyayangkan kegiatan yang dilaksanakan dua tahap pada 7-9 Februari dan 9-11 Febuari di Solo tersebut, tidak diantisipasi dengan baik oleh dinas pendidikan.

Apalagi kegiatan berlangsung ditengah naiknya kasus Covid di sejumlah daerah di Jateng.

"Saya dengar pesertanya sampai 800 orang. Mestinya begitu peserta pulang, langsung dilokalisir, diambil tindakan swab sehingga bisa terkendali atau tidak menyebar," kata dia.

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

Kemampuan Menulis Humas Pramuka sudah Mumpuni

Rabu, 28 Desember 2022 | 15:21 WIB

Penyelenggara PAUD Diminta Transparan dan Akuntabel

Rabu, 14 Desember 2022 | 16:16 WIB

SMK Islam Pemalang Galang Bantuan Gempa Cianjur

Senin, 12 Desember 2022 | 15:19 WIB
X