Siswa SMK Bhakti Praja Adiwerna Hasilkan Sepeda Motor Listrik dari Bahan Bekas

- Rabu, 9 Februari 2022 | 19:27 WIB
LAUNCHING: SMK Bhakti Praja Adiwerna melaunching minimarket dan scootic lithium innovation di sekolah, Rabu (9/2). Launching dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Sulikin dan Pengurus Yayasan Pendidikan Bhati Praja Tegal. (Cessnasari )
LAUNCHING: SMK Bhakti Praja Adiwerna melaunching minimarket dan scootic lithium innovation di sekolah, Rabu (9/2). Launching dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Sulikin dan Pengurus Yayasan Pendidikan Bhati Praja Tegal. (Cessnasari )

SLAWI, suaramerdeka-pantura.com - Kreativitas siswa dan guru SMK Bhakti Praja Adiwerna Kabupaten Tegal patut diacungi jempol. Memanfaatkan barang bekas, mereka dapat membuat sepeda motor listrik “Scootic Lithium”.

Bahan baku sepeda motor ini semuanya dari bahan bekas atau barang rongsokan. Mulai kerangka, ban, velg racing hingga baterai lithium yang digunakan sebagai sumber energi.

“Untuk rangka kita peroleh dari rongsokan yaitu bekas sepeda listrik. Kemudian kami cek dinamonya, cat ulang, las ulang, penguatan titik-titiknya, sehingga menjadi seperti itu,”jelas Khoirul Rohman, pengampu mata pelajaran produk kreatif kewirausahaan (PKKW) SMK Bhakti Praja Adiwerna, Rabu (9/2/2022).

Pemakaian baterai lithium bekas, karena pihaknya tergugah untuk menjaga lingkungan dari pencemaran logam berat yang terkandung dalam baterai tersebut.

Baca Juga: Prof Yahya Muhaimin, Rektor Universitas Peradaban sekaligus Mantan Menteri Pendidikan , Tutup Usia

“Baterai lithium ini kalau di alam susah sekali diurai oleh tanah, mengakibatkan pencemaran tanah karena di dalamnya mengandung zat kimia."

"Makanya kita manfaatkan ulang , kita pilih yang masih bagus dan masih mampu menahan sampai 100 kali charger,” terangnya.

Sepeda motor listrik ini mampu menahan beban maksimal 80 kilogram, hampir menyamai sepeda motor listrik buatan pabrik yang mampu menahan beban hingga 100 kilogram.

Kendaraan ini dapat dipacu dengan kecepatan 30 Km/jam. Durasi pemakaian, memang masih sangat singkat, yakni 15 menit.

Namun menurut Khoirul, durasi pemakaian bisa ditambah dengan menambah baterai yang dirangkai pararel. Untuk mengisi energi cukup mengggunakan charger laptop selama 2 jam.

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

BRIN Tinjau Mesin Pengolah Sampah SMK Satya Praja 2

Selasa, 29 November 2022 | 07:43 WIB

Lomba Film Pendek Meriahkan Hari Guru

Jumat, 25 November 2022 | 16:38 WIB

Kantin Kejujuran Bantu Proses Pendidikan Karakter Siswa

Selasa, 15 November 2022 | 15:56 WIB

Sebanyak 911 Pelajar Mengikuti Lomba Mapsi

Senin, 31 Oktober 2022 | 12:46 WIB

Sebanyak 107 Mahasiswa ITB Adias Jalani Wisuda Sarjana

Selasa, 25 Oktober 2022 | 16:16 WIB

SMK se-Pemalang Teken Kerjasama dengan Maspion

Selasa, 18 Oktober 2022 | 11:42 WIB

GKB New Model, Gairahkan Aksi Kembali Bersekolah

Sabtu, 15 Oktober 2022 | 17:32 WIB

Seribu Puisi Anak SMP untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Jumat, 14 Oktober 2022 | 18:40 WIB
X