Fauzi, Anggota DPRD Kota Pekalongan, Wakafkan Tenaganya Jadi Relawan Pemakaman Covid-19

- Senin, 30 Agustus 2021 | 12:50 WIB
MAKAMKAN JENAZAH COVID-19 : Fauzi Umar Lahji, Anggota DPRD Kota Pekalongan, bergabung menjadi relawan dan turut serta memakamkan jenazah Covid-19 bersama petugas BPBD Kota Pekalongan di TPU Sapuro Kota Pekalongan. (SM/Kuswandi) (Kuswandi)
MAKAMKAN JENAZAH COVID-19 : Fauzi Umar Lahji, Anggota DPRD Kota Pekalongan, bergabung menjadi relawan dan turut serta memakamkan jenazah Covid-19 bersama petugas BPBD Kota Pekalongan di TPU Sapuro Kota Pekalongan. (SM/Kuswandi) (Kuswandi)

Lantas, kenapa Fauzi memilih menjadi relawan pemakaman? Ia mengaku memiliki ikatan kuat dengan relawan BPBD. Dalam setiap bencana, dia selalu terjun bersama para relawan untuk membantu.

Baca Juga: Abdi Negara Diminta Pahami Tata Kelola Pelayanan Publik Berbasis Digital

“Saya pribadi dengan teman-teman BPBD terbiasa kolaborasi. Mulai dari membantu penanganan banjir, rob, maupun saat awal-awal Covid-19 ini."

"Jadi saat awal tingkat kematian kasus Covid-19 meningkat di Kota Pekalongan, saya melihat teman-teman kewalahan. Akan seperti apa di sini karena hanya ada satu tim pemakaman saja. Di situ saya tergerak untuk membantu mereka,” imbuh Fauzi.

Ia mengaku tak bergabung sebagai relawan tim pemakaman sejak awal. Karena menurut Fauzi, saat gelombang pertama Covid-19 di Kota Pekalongan waktu itu masih terkendali.

Jumlah kematian saat itu sekitar dua atau tiga kasus per hari, dan masih dapat ditangani oleh tim. Namun saat gelombang kedua, jumlah kasus kematian terus meningkat dan itu ia merasa terpanggil ikut bergerak.

Bergerak sebagai relawan, kata dia, sudah menjadi passionya sejak muda. Sehingga dia tak bisa hanya duduk maupun bertindak dari balik layar saja.

“Kalau ada yang ngomong, kan bisa bantu sembako, bisa mengkoordinir bantuan, atau membantu masyarakat yang membutuhkan dengan bentuk lain, itu bagi saya sudah kewajiban dan alhamdulillah sudah saya lakukan tanpa ada komando atau gerakan khusus. Tapi untuk yang satu ini, saya memang tergerak untuk ikut bergabung karena ini passion saya sejak muda. Bergerak di lapangan, membantu relawan lain yang kewalahan,” imbuh aktifis HMI waktu mahasiswa itu.

Tekadnya semakin kuat karena dia sudah merasakan sendiri bagaimana kehilangan anggota keluarga karena Covid-19. Pamannya, Prof Abu Bakar Lahji, guru besar di Universitas Mulawarman Samarinda, meninggal karena Covid-19. Dari sana, dia merasa harus ikut menjadi bagian dari upaya bersama dalam penanganan pandemi ini.

Ditanya terkait teknis pemakaman, Fauzi mengaku tak masalah. Memang, seluruh tim sudah dibekali pelatihan khusus karena pemakaman jenazah pasien Covid-19 berbeda dengan jenazah biasa.

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

PPID Kota Pekalongan Lolos Uji Publik KIP

Rabu, 23 November 2022 | 22:43 WIB
X