TP PKK Kabupaten Batang Gelorakan Ubah Sampah Jadi Rupiah

- Senin, 30 Agustus 2021 | 11:10 WIB
NARASUMBER: Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Batang Uni Kuslantasi Wihaji dan Kepala DLH Akhmad Handy Hakim saat tampil sebagai narasumber webinar Tentang Ubah Sampah Menjadi Rupiah secara virtual yang digelar Komunitas Batang Bumi Lestari (BBL) di Ruang Analitik Diskominfo. (SM/Arif Suryoto) (Arif Suryoto)
NARASUMBER: Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Batang Uni Kuslantasi Wihaji dan Kepala DLH Akhmad Handy Hakim saat tampil sebagai narasumber webinar Tentang Ubah Sampah Menjadi Rupiah secara virtual yang digelar Komunitas Batang Bumi Lestari (BBL) di Ruang Analitik Diskominfo. (SM/Arif Suryoto) (Arif Suryoto)

BATANG, suaramerdeka-pantura.com – Jumlah sampah yang terus meningkat, sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk, berdampak besar terhadap pelestarian lingkungan hidup, kesehatan, dan perekonomian masyarakat. Untuk itu, sampah perlu diolah ulang menjadi barang yang bermanfaat, sehingga usia pakainya menjadi lebih panjang.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Batang Uni Kuslantasi Wihaji. Menurut dia, mengatakan, salah satu cara untuk mengurangi sampah dengan memilah sampah organik dan sampah anorganik.

TP PKK Kabupaten Batang menginisiasi sampah kemasan plastik menjadi ekobrik. Sampah plastik itu dimasukkan ke dalam botol air mineral, selanjutnya dibuat dalam berbagai bentuk bangunan.

Baca Juga: Di Acara Vaksin Indonesia Bangkit Bersama MF Nurhuda Y, Dalam Waktu 2 Jam, 100 Orang Berhasil Divaksin

"Alhamdulillah TP PKK Batang sudah memiliki taman yang ornamennya dari sampah plastik mulai dari gapura, kursi, meja, pagar, dan lainnya. Kebanggaan bagi kami, karena gaung mengubah sampah plastik menjadi ekobrik menggema sampai ke pelosok pedesaan," ujarnya, saat menjadi narasumber pada webinar Tentang Ubah Sampah Menjadi Rupiah secara virtual yang digelar Komunitas Batang Bumi Lestari (BBL) di Ruang Analitik Diskominfo.

Dia menuturkan, ekobrik merupakan salah satu program mengurangi sampah plastik dari pencemaran lingkungan. Karena itu tidak boleh berhenti, harus terus berkelanjutan bersama untuk mengelola dan memanfaatkan menjadi barang yang menarik dan memiliki nilai ekonomi.

"Saya serius bersama TP PKK, mulai dari dasa wisma, Rukun Tangga, Kelurahan dan Kecamatan sinergi mengelola sampah plastik jadi ekobrik,'' tandas alumnus IAIN Salatiga itu.

Nara sumber yang lain Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Akhmad Handy Hakim mengatakan, penyebab permasalahan persampahan di Kabupaten Batang terjadi karena kebiasaan masyarakat yang masih bersifat kumpul dan buang.

Baca Juga: Takdir Cinta Lesrar: Tasyakuran Penutupan Lesti Kejora Rizky Billar Disiarkan Indosiar, Sore Ini 15.00 WIB

Terbatasnya Tempat Penampungan Sementara (TPS), dan kurangnya sosialisasi jam buang sampah.

"Masih banyak masyarakat yang membuang sampah di sungai dan kondisi TPA yang sudah operload juga menjadi permasalahan sampah di Kabupaten Batang. DLH Kabupaten Batang terus berupaya mengatasi permasalahan sampah tersebut diantaranya dengan menghidupkan bank sampah, penataan tempat pembuangan sampah dan pengelolaan sampah," tandas Purna Praja STPDN Kemendagri, Jatinangor, Sumedang, Jabar itu.

Ketua BBL Agus Winoto menambahkan, penyelenggaran webinar itu bertujuan agar masyarakat bisa bersama-sama membentuk lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat.

Sehingga bisa menjadi tolak ukur masyarakat, bahwa kebersihan bagian dari iman.

“Kegiatan Webinar tentang Ubah Sampah Menjadi Rupiah ini semata-mata kepedulian Batang Bumi Lestari terhadap kondisi di Kabupaten Batang terutama sampah yang begitu besar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Randukuning," tandas Agus Winoto.

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

Kantor UPP Batang Gelar Program Padat Karya

Senin, 13 September 2021 | 17:59 WIB

Cincin Dikembalikan, Tunangan Dibunuh

Rabu, 8 September 2021 | 18:30 WIB
X