Bupati Batang Resmikan Jembatan Bersejarah Simbang Desa-Simbang Jati

- Kamis, 26 Agustus 2021 | 18:13 WIB
Bupati Batang Wihaji didampingi Kades Simbang Desa Budiyanto (kiri) dan Kepala DPUPR beserta rombongan melintas di Jembatan di ayas Sungai Boyo itu  menghubungkan Desa Simbang Desa-Simbang Jatu, Tulis seusai peresmian. Jembatan itu saksi peruangan rakyat Tulis melawan penjajah, karena banyak pejuang yang gugur dibunuh penjajah kemudian mayatnya dihanyutnya di Sungai Boyo./foto/Arif Suryoto
Bupati Batang Wihaji didampingi Kades Simbang Desa Budiyanto (kiri) dan Kepala DPUPR beserta rombongan melintas di Jembatan di ayas Sungai Boyo itu menghubungkan Desa Simbang Desa-Simbang Jatu, Tulis seusai peresmian. Jembatan itu saksi peruangan rakyat Tulis melawan penjajah, karena banyak pejuang yang gugur dibunuh penjajah kemudian mayatnya dihanyutnya di Sungai Boyo./foto/Arif Suryoto

 

BATANG, suaramerdeka-pantura.com - Bupati Batang Wihaji meresmikan jembatan yang menghubungkan antara Desa Simbang Desa dengan Desa Simbang Jai di Kecamatan Tulis.

Jembatan yang membentang di atas Sungai Boyo itu memiliki nilai sejarah bagi perjungan Kemerdekaan Indonesia.

Dulu pejuang Indonesia dibunuh pasukan Belanda kemudian mayatnya dihanyutkan. Untuk mengenang jasa para pahlawan di mulut jembatan di Desa Simbang Desa didirikan Monumen Perjungan.

"Jembatan yang menghubungkan Desa Simbang Desa-Simbang Jati itu sudah 30 tahun belum pernah diperbaiki. Oleh karena itu, saya perintahkan DPUPR untuk mengerjakan. Alhamdulillah sekarang jadi sudah jadi, ini semangatnya untuk meningkatkan dan melancarkan transportasi sehingga meningkatkan keejahteraan masyarakat," kata Bupati Batang Wihaji usai meresmikan jembatan di Desa Simbangdesa, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang.

Hadir mendamping Bupati Kepala DPUPR Nursito, Kepala Diskominfo Triossy Juniarto, Kabag Prokopim Tatang A, Camat Tulis Tri Janto. Serta Paguyuban Kades Sang Pamomong Kecamatan Tulis.

Dia menuturkan, kondisi jembatan yang menjadi akses utama warga sangat memprihatinkan. Karena aspalnya sudah mengelupas selain itu banyak pula besi yang keropos.

Baca Juga: 3 Langkah Mudah Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 19, Seleksi Resmi Dibuka

"Sebelum dibangun saya cek langsung kondisi jembatan, memang rusak berat banyak aspal yang mengelupas dan banyak lobang menganga kondisinya sangat membahayakan pengguna jembatan. Kini setelah selesai jembatan sudah diuji dengan kendaraan truk dengan beban 15 ton,''tandasnya.

Namun Bupati mengingatkan pengguna jembatan agar tidak melebihi batas maksimal jembatan 8 ton saja. jika ada kendaraan yang muatannya lebih dari 8 ton, lebih baik lewat jalan lain.

Halaman:

Editor: Agus Setiawan

Tags

Terkini

Kantor UPP Batang Gelar Program Padat Karya

Senin, 13 September 2021 | 17:59 WIB

Cincin Dikembalikan, Tunangan Dibunuh

Rabu, 8 September 2021 | 18:30 WIB
X