Infrastruktur Pengendalian Banjir Pekalongan Bakal Dibangun

- Senin, 23 Agustus 2021 | 12:58 WIB
CEK : Sejumlah tim penanganan banjir melakukan pengecekan di Kota Pekalongan Senin (23/8)
CEK : Sejumlah tim penanganan banjir melakukan pengecekan di Kota Pekalongan Senin (23/8)

Kota Pekalongan – suaramerdeka-pantura.com- Infrastruktur pengendalian banjir di Kota Pekalongan akan dibangun. Pasalnya, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana - Direktorat Jenderal Sumber Daya Air sebagai pelaksana pembagunan dalam waktu dekat ini segera melakukan penanganan banjir rob di Kota Pekalongan.

Dalam sistem pengendali banjir tersebut, ada beberapa bagian yang akan dibangun diantaranya bendung gerak, desain parapet dengan Corrugated Concrete Sheet Piles (CCSP), kolam tambat labuh kapal dan kolam retensi.

Sementara,untuk penanganan banjir dari sungai ada 3 paket pekerjaan penanganan banjir rob dari 3 sungai besar yang ada di Kota Batik tersebut yaitu Sungai Lodji, Sungai Banger dan Sungai Gabus Pekalongan.

Baca Juga: R Soeprapto Diusulkan Gelar Pahlawan Nasional

Pelaksana Teknis Sungai Pantai 2 BBWS Pemali Juana, Agus Priyanto,ST menjelaskan bahwa,di samping pengerjaan penanganan dan pengendalian banjir rob dari sungai, penanganan tanggul pantai juga akan dilakukan untuk mengantisipasi banjir rob melimpas ke permukiman warga.

"Tanggul laut akan dibangun di Pantai Slamaran sepanjang 400 meter dan Pantai dekat Degayu sepanjang 1.4 kilometer. Sementara, di Sungai Lodji BBWS ada pengerjaan Pintu Air Bendung Gerak untuk mengendalikan robnya supaya tidak masuk, jika terjadi banjir, airnya dipompa, otomatis jika air Sungai Lodji mulai menurun, air yang menggenangi rumah warga akan mengalir ke sungai secara gravitasi sehingga tidak ada genangan banjir lagi di permukiman warga," terang Agus, Senin(23/8/2021).

Menurut Agus,untuk di Sungai Gabus akan dinormalisasi,pasalnya di wilayah tersebut sering terdampak pengaruh pasang surut (rob) yang mengakibatkan banyak tambak warga sering tergenang,sehingga perlu ditanggul supaya tidak terkena dampak rob. Lebih lanjut, Agus menyebutkan,di Sungai Lodji juga akan dibuat kolam retensi untuk meringankan kerja pompa.

"Ada 3 pompa di sana dengan kapasitas 5 kubik per detik dan pintu air 8 meter lebarnya, dan tingginya 4 meter sebanyak 5 buah. Pengerjaan saat ini masih menunggu persetujuan dari Pak Menteri dan sedang proses lelang dan sudah ada pemenangnya,sehingga
dalam waktu dekat bisa dilaksanakan 3 paket secara bersamaan," jelas Agus.

Agus menambahkan,kaitannya dengan tanggul laut supaya saat air pasang tidak masuk ke daratan. Oleh karena itu,dari daratan terlindungi dengan adanya tanggul pantai, dan dari sisi sungai dipasang parapet atau tanggul sungai supaya air laut tidak mengalir masuk.

"Untuk Sungai Lodji panjangnya 4 kilometer,kami pasang CCSP, kalau Pantai di Degayu 1,4 kilometer, Pantai Slamaran 400 meter, sementara normalisasi Sungai Gabus sekitar 4 kilometer. Pekerjaan BBWS kontraknya sekitar 15 bulan dengan nilai Rp 1,2 triliun untuk 3 paket pekerjaan tersebut," tandasnya. (H79)

Halaman:

Editor: Siti Masithoh

Tags

Terkini

YARS Ingin Buat Marketplace untuk Alumni

Senin, 30 Agustus 2021 | 12:28 WIB

Media Berperan Penting dalam Penanggulangan Bencana

Jumat, 27 Agustus 2021 | 21:22 WIB

1.500 Anggota Koperasi Jalani Vaksinasi Covid-19

Kamis, 26 Agustus 2021 | 16:02 WIB

Antisipasi Pohon Tumbang, DLH Pangkas Ranting Pohon

Selasa, 24 Agustus 2021 | 16:19 WIB
X