Gunakan Pistol Arisoft Gun Kelompotan Pencuri Satroni PT SAI Garment, Pelaku Ditangkap Tim Resmob Polres Tegal

- Rabu, 11 Agustus 2021 | 17:59 WIB
Kapolres Tegal AKPB Arie  Prasetya Syafaat pada konferensi pers di Mapolres Tegal, Selasa (10/8), menunjukkan sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan dari para pelaku tindak pencurian di PT SAI Garment, foto/ Cessnasari
Kapolres Tegal AKPB Arie Prasetya Syafaat pada konferensi pers di Mapolres Tegal, Selasa (10/8), menunjukkan sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan dari para pelaku tindak pencurian di PT SAI Garment, foto/ Cessnasari

TEGAL, suaramerdeka-pantura.com - Tim Resmob Satreskrim Polres Tegal membekuk komplotan pencuri lintas provinsi yang telah menyatroni PT SAI Garment, Desa Kedungkelor, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal.

Komplotan tersebut tak segan mengancam dan melukai korban dengan pistol airsoft gun. Dua pistol airsoft gun menjadi
barang bukti dari aksi kejahatan yang dilakukan oleh empat warga Kabupaten Cirebon, yakni Muadi Susandi (40), Toni (36), Jaka (37) dan A Suwutu (41) .

Para pelaku melakukan aksinya pada Sabtu (24/7) sekitar pukul 22.00 di saat area pabrik garmen itu sepi atau jauh dari
pantauan orang lain, dan memanfaatkan kelengahan petugas keamanan yang bertugas di dalam pabrik.

Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafa'at menjelaskan, para pelaku melompati pagar bagian belakang pabrik. Sesampainya di dalam pabrik, kemudian para pelaku menodongkan pistol kepada tiga sekuriti.

Baca Juga: Aisyiyah Muhammadiyah Kabupaten Pemalang Tambah Aset Gedung Dakwah PAUD

Lalu, mereka mengikat tangan para sekuriti itu dengan tali serta menutup mulut dengan menggunakan lakban hitam.

Setelah itu, pelaku langsung mengambil brankas berisi uang senilai Rp 3,5 juta dan kabel tembaga di dalam pabrik untuk dijual.

“Kabel jaringan terbuat dari tembaga sehingga kerugian mencapai Rp 100 juta," ungkap Arie pada konferensi pers di Mapolres Tegal, Selasa (10/8).

Setelah berhasil menggasak brankas dan kabel tembaga, pelaku langsung pergi meninggalkan pabrik dan membiarkan korban dalam keadaan terikat dan mulut terlakban.

“Mereka mengaku, uang hasil penjualan kabel tembaga dibagi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Agus Setiawan

Tags

Terkini

14 Camat Mendapat  Hukuman Disiplin Ringan

Jumat, 20 Agustus 2021 | 19:44 WIB
X