Harga Minyak Goreng Curah di Kota Pekalongan Naik Dari HET

- Senin, 9 Agustus 2021 | 12:06 WIB
Plt Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM kota Pekalongan, Joko Purnomo
Plt Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM kota Pekalongan, Joko Purnomo

Kota Pekalongan – Suaramerdeka-pantura.com- Berdasarkan pantauan Pemkot Pekalongan, harga minyak goreng curah di Kota Pekalongan mengalami kenaikan dari harga eceran tertinggi.

Plt Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM kota Pekalongan, Joko Purnomo menyampaikan bahwa untuk fluktuasi harga kebutuhan pokok dan stok terbilang cukup stabil. Namun untuk minyak goreng mengalami kenaikan.

"Kami rutin melakukan survei untuk memantau persediaan (stok) dan harga kebutuhan masyarakat di tiga pasar yakni Pasar Grogolan, Sorogenen, dan Banyuurip," ungkap Joko, Senin (9/8).

Baca Juga: Sukseskan Vaksinasi, Dinkominfo Beri Dukung Akses Internet

Untuk harga beras premium yakni Rp. 10.500, beras medium seharga Rp. 10.000 dan gula pasir seharga Rp. 12.000/kg. Adapun jumlah stok beras yakni 103.548 ton dan gula sebanyak 66.450 ton cukup hingga 4 bulan ke depan.

Minyak goreng kemasan seharga Rp 13.000/botol dengan stok sebanyak 1.000 botol. Lalu, minyak goreng curah seharga Rp. 16.000/liter dan jumlah stok 19.046 liter, cukup sampai 5 bulan. Untuk gas ukuran 3kg seharga Rp. 20.000 dan persediaannya cukup.

"Daging sapi stoknya 66.730 ton dan daging ayam ras sebanyak 106.700 ton cukup hingga 3 bulan. Begitu pula, untuk komoditi cabe, bawang merah, dan bawang putih,"terang Joko.

Selain itu, selama PPKM juga berdampak bagi para pedagang. Adanya pembatasan jam operasional membuat omzet penjualan menurun, terlebih bagi pedagang kaki lima (PK5).

Sehingga, untuk membantu pedagang, pihaknya menyalurkan sejumlah bantuan baik dari pemerintah maupun stakeholder terkait.

Data penerima diprioritaskan yang ber-KTP Kota Pekalongan dan data pedagang yang terdaftar karena membayar retribusi PK5.

Halaman:

Editor: Siti Masithoh

Tags

Terkini

X