Omzet Turun, Pedagang Kuliner dan Fashion Sugihwaras Ngadu ke DPRD

- Minggu, 22 Januari 2023 | 18:03 WIB
AUDIENSI : Perwakilan Pedagang Pusat Kuliner dan Fashion Sugihwaras, beraudiensi dengan DPRD Kota Pekalongan. Foto : (suaramerdeka-pantura.com/Kuswandi)
AUDIENSI : Perwakilan Pedagang Pusat Kuliner dan Fashion Sugihwaras, beraudiensi dengan DPRD Kota Pekalongan. Foto : (suaramerdeka-pantura.com/Kuswandi)

PEKALONGAN, suaramerdeka-pantura - Pedagang kuliner eks Alun-Alun yang tergabung dalam Paguyuban Estuboga yang saat ini berdagang di Pusat Kuliner dan Fashion Sugihwaras menggelar audiensi dengan Komisi B DPRD Kota Pekalongan, baru-baru ini. Audiensi dilakukan terkait kondisi terkini di Pusat Kuliner dan Fashion Sugihwaras yang dinilai sepi. Hal ini otomatis mempengaruhi omset mereka. Audiensi ditemui Ketua Komisi B DPRD Kota Pekalongan, Jecky Zamzami didampingi Anggota Komisi B DPRD Kota Pekalongan, Ismet Inonu di Ruang Rapat Komisi B DPRD setempat.

Ketua Komisi B DPRD Kota Pekalongan, Jecky Zamzami menyatakan bahwa, DPRD dan Pemkot Pekalongan mencoba untuk memberikan solusi bersama untuk relokasi para pedagang eks Alun-Alun berjualan diberikan tempat khusus di Pusat Kuliner dan Fashion Sugihwaras yang tak jauh dari lokasi jualan pedagang sebelumnya. Mengingat, Pemkot Pekalongan berkomitmen menata dan mengembalikan fungsi Alun-Alun sebagai Pusat Pengembangan Kota sekaligus Ruang Publik dan Terbuka Hijau.

"Namun para pedagang sendiri yang merasakan dan tau persis fakta di lapangan setelah mereka direlokasi seperti apa. Ketika mereka minta audiensi lagi, kami mencoba menjembatani aduan dan aspirasi dari mereka ke pemerintah, dimana saat ini kondisi Pusat Kuliner dan Fashion sepi sehingga membuat pendapatan mereka berkurang," tutur Jecky.

Menurutnya, selaku wakil rakyat dan mitra pemerintah, ketika para pedagang ini meminta perhatian dan dipikirkan nasibnya, DPRD terbuka untuk menyampaikan saran dan kritik mereka ke pemerintah. Disampaikan Jecky, sesuai usulan para pedagang kuliner ini, mereka ingin dipindahkan berjualan ke lahan eks Bank BPD Jateng yang berada di sekitar Alun-Alun Kota Pekalongan.

"Kalau memang pemerintah bisa mengusahakan ya kenapa tidak, selama tidak mengganggu DED penataan Alun-Alun. Walaupun saat ini, DED sebelah Utara Alun-Alun belum jadi. Artinya, masih bisa dipakai sebenarnya," imbuh Jecky. Jecky menambahkan, di lokasi berjualan baru pedagang ini harus digiatkan promosinya, mengingat sasarannya tidak hanya pelanggan tetap mereka saja, melainkan juga bisa meluas ke masyarakat baik dari dalam dan luar kota Pekalongan.

Sementara itu, Ahmad Nasrudin, perwakilan pedagang menyatakan, dalam audiensi dengan Komisi B DPRD Kota Pekalongan, para pedagang menyampaikan keinginannya untuk jangka pendek selama puasa dan menjelang Lebaran yang akan terlaksana dalam beberapa waktu dekat. "Selama puasa dan menjelang Lebaran, pedagang sementara tidak berjualan di Pusat Kuliner dan Fashion Sugihwaras, melainkan dipindahkan di Utara Alun-Alun," pintanya.

Nasrudin menegaskan, kesulitan selama berjualan di lokasi baru yakni Pusat Kuliner dan Fashion Sugihwaras, terkendala tingkat kunjungan konsumen. Mengingat, kondisi bangunan kios-kios Sugihwaras tersebut dari luar terlihat seperti bukan wajah Pusat Kuliner dan akses keluar masuk kendaraan pengunjung yang terbatas. "Kami pedagang dalam jangka panjang, berharap tetap diijinkan berjualan di sekitar Alun-Alun Pekalongan," pungkasnya.

Editor: Yanuar Oky Budi Saputra

Tags

Terkini

Imlek, Museum Batik Pamerkan Motif Kelengan

Jumat, 27 Januari 2023 | 15:02 WIB

Vaksinasi Covid 19 Terus Digalakkan di Kota Batik

Kamis, 26 Januari 2023 | 19:15 WIB

Penataan Alun-alun Kota Pekalongan Jadi Perhatian

Senin, 23 Januari 2023 | 19:00 WIB
X