482 RTLH di Kota Pekalongan Selesai Dipugar Selama 2022

- Jumat, 20 Januari 2023 | 18:32 WIB
Tim Dinperkim Kota Pekalongan meninjau pelaksanaan program rehab rumah tidak layak huni.
Tim Dinperkim Kota Pekalongan meninjau pelaksanaan program rehab rumah tidak layak huni.

PEKALONGAN, suaramerdeka-pantura.com – Sebanyak 482 rumah tidak layak huni (RTLH) yang tersebar di beberapa kelurahan di Kota Pekalongan telah selesai dipugar oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Dinperkim) Kota Pekalongan selama tahun 2022.

"Pada tahun 2022, Dinperkim telah berhasil melakukan peningkatan kualitas hunian atau pemugaran rumah tidak layak huni sebanyak 482 unit," terang Kepala Dinperkim Kota Pekalongan, Andrianto, baru-baru ini.

Andrianto menjelaskan, dalam program perbaikan RTLH ini, Pemkot Pekalongan melalui Dinperkim Kota Pekalongan memberikan bantuan sebesar Rp 10 juta kepada penerima manfaat RTLH. Bantuan sebesar Rp 10 juta tersebut diperuntukkan membeli material sebesar Rp8,5 juta dan Rp1,5 juta untuk upah tukang yang mengerjakan perbaikan RTLH.

“Program RTLH biasanya menyesuaikan usulan yang ada di anggaran,” sambungnya.

Lebih lanjut Andrianto menjelaskan, salah satu tugas Dinperkim Kota Pekalongan adalah melakukan penanganan dan peningkatan kualitas Rumah Tidak Layak Huni melalui pemugaran agar menjadi rumah yang layak huni dan nyaman ditempati.

Menurutnya, usulan perbaikan RTLH yang disampaikan ke Dinperkim Kota Pekalongan lebih dari 482 unit. Namun karena keterbatasan anggaran, baru terlaksana pemugaran 482 unit RTLH sepanjang tahun 2022 lalu. Usulan perbaikan RTLH yang sudah masuk ke Dinperkim Kota Pekalongan, lanjut dia, akan dilanjutkan pada tahun 2023 ini.

RTLH sendiri merupakan salah satu indikator dalam penilaian angka kemiskinan, sehingga pemerintah daerah atau OPD terkait bersama perangkat kelurahan terus berkomitmen untuk menuntaskan program RTLH tersebut. Dengan demikian, angka kemiskinan di Kota Pekalongan akan terus menurun dan pertumbuhan ekonomi masyarakat bisa  meningkat.

Rumah Tidak Layak Huni adalah rumah yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan bangunan, kecukupan minimum luas bangunan, dan kesehatan penghuni. Sementara itu, derajat kelayakan rumah tempat tinggal dapat diukur dari dua aspek. Yaitu kualitas fisik rumah dan kualitas fasilitas rumah.

Kualitas fisik rumah tempat tinggal diukur dengan tiga variabel, meliputi jenis atap terluas, jenis dinding terluas dan jenis lantai terluas. Sedangkan kualitas fasilitas rumah diukur dengan tiga variabel, yaitu luas lantai per kapita, sumber penerangan dan ketersediaan fasilitas tempat buang air besar. (K30)

 

Editor: Nur Khoerudin

Tags

Terkini

Imlek, Museum Batik Pamerkan Motif Kelengan

Jumat, 27 Januari 2023 | 15:02 WIB

Vaksinasi Covid 19 Terus Digalakkan di Kota Batik

Kamis, 26 Januari 2023 | 19:15 WIB

Penataan Alun-alun Kota Pekalongan Jadi Perhatian

Senin, 23 Januari 2023 | 19:00 WIB
X