Blusukan ke Pasar Trayeman, Bupati Tegal Borong Kerupuk Antor dan Pantau Prokes

- Jumat, 6 Agustus 2021 | 16:05 WIB
Bupati Tegal Umi Azizah memantau penerapan protokol kesehatan di Pasar Trayeman Slawi, Jumat (6/8) pagi. Umi dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) juga membeli produk makanan, sayur dan  buah yang ditawarkan pedagang, foto/ Cessnasari
Bupati Tegal Umi Azizah memantau penerapan protokol kesehatan di Pasar Trayeman Slawi, Jumat (6/8) pagi. Umi dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) juga membeli produk makanan, sayur dan buah yang ditawarkan pedagang, foto/ Cessnasari

Baca Juga: Gandeng HMI, Polres Pekalongan Kota Bagikan Beras ke PKL

Sementara hasil pantauanya di Pasar Trayeman Slawi, meskipun kondisi pasar belum sesuai harapannya, tapi penerapan protokol kesehatan di pasar itu sudah menggembirakan dibanding pada awal pandemi Covid-19.

Umi menambahkan, kedatangannya ke pasar sekaligus memberikan motivasi kepada para pelaku usaha yang terdampak pandemi Covid-19.

“Setiap minggu dua kali turun ke lokasi untuk memberikan motivasi kepada warga yang melakukan usaha , apakah itu jajajan teles, tempe, ikan asin dan sebagainya. Saya juga mendorong warga agar membeli produk lokal Kabupaten Tegal,”sebutnya.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal Suspriyanti mengatakan, untuk membantu pelaku usaha, pihaknya menggulirkan Gerakan Nglarisi Jajan Wonge Dewek.

Baca Juga: Begini Tampilan Anggun dan Pesona Greysia Polli Diluar Lapangan Bulu Tangkis

Secara perdana kegiatan itu dilaksanakan di dinasnya pada Rabu (4/8) lalu. Pada kegiatan itu, para pegawai diharapkan membeli produk yang dijual pelaku UMKM. Kegiatan itu selanjutnya akan diadakan di OPD lain secara bergiliran.

“Mulai Senin ke OPD, UMKM-nya begantian, bahkan kami jadwalkan di kecamatan dengan UMKM yang ada di kecamatan. Gerakan ini sesuai dengan surat gubenur tentang pekan jajan,”terang Suspriyanti.

Sementara itu, Usna (27) pedagang pisang asal Desa Grobog Wetan mengatakan, selama pandemi pembeli turun 50 persen. Sering kali pisang tidak laku terjual sehingga diobral bahkan ada yang terpaksa dibuang.

“Pisang saya jual Rp 3.000 sampai Rp 5.000, yang penting jadi duit. Modal pinjam-pinjam ke bank,”ujarnya.

Halaman:

Editor: Agus Setiawan

Tags

Terkini

Warga Dukuh Tembara Iuran Membangun Jembatan

Rabu, 19 Oktober 2022 | 14:53 WIB

Polres Tegal Bagikan 350 Paket Sembako Kepada Nelayan

Rabu, 28 September 2022 | 08:14 WIB

Terekam CCTV, Pembobol Mesin ATM BRI Gunakan Linggis

Kamis, 15 September 2022 | 17:41 WIB
X