Kota Pekalongan Turunkan Angka Stunting dengan Edukasi Gizi dan Pemberian Makanan Bergizi

- Senin, 28 November 2022 | 17:37 WIB
Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Pekalongan Salahudin memaparkan prevalensi stunting di Kota Pekalongan pada Evaluasi dan Tindak Lanjut Pelaksanaan Audit Kasus Stunting di Hotel Nirwana, Senin (28/11). www.suaramerdeka-pantura/ Isnawati
Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Pekalongan Salahudin memaparkan prevalensi stunting di Kota Pekalongan pada Evaluasi dan Tindak Lanjut Pelaksanaan Audit Kasus Stunting di Hotel Nirwana, Senin (28/11). www.suaramerdeka-pantura/ Isnawati

PEKALONGAN, suaramerdeka-pantura.com - Berbagai upaya dilakukan untuk menurunkan prevalensi stunting. Di Kota Pekalongan, upaya yang dilakukan meliputi intervensi spesifik dan intervensi sensitif. Hasilnya, beberapa balita stunting berhasil mengejar ketertinggalan tumbuh kembang.

Hal ini mengemuka pada Evaluasi dan Tindak Lanjut Pelaksanaan Audit Kasus Stunting yang diselenggarakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah di Hotel Nirwana, Senin (28/11).

Sub Koordinator Kesehatan Reproduksi BKKBN Provinsi Jawa Tengah Esterlina mengatakan, prevalensi stunting ditargetkan turun dari 27,6 persen pada 2019 menjadi 14 persen pada tahun 2024.

Untuk mempercepat penurunan angka stunting tersebut, BKKBN Provinsi Jawa Tengah melakukan intervensi berupa pendampingan sejak calon pengantin melalui program siap nikah, siap hamil cegah stunting.

Selain itu, pendampingan ibu hamil dan ibu pasca-persalinan, pendampingan bayi berusia di bawah dua tahun (baduta) dan bayi berusia di bawah lima tahun (balita) yang berisiko stunting. Upaya lainnya intervensi edukasi gizi balita dan bekerja sama dengan OPD KB.

“Baduta dan balita yang berisiko stunting dilakukan intervensi yang lebih dalam untuk mencegah dan menangani risiko stunting yang semakin besar,” terangnya.

Wakil Wali Kota Pekalongan sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Pekalongan Salahudin mengatakan, selama kurun waktu lima tahun terakhir, prevalensi stunting di Kota Pekalongan menunjukkan penurunan.

Pada 2018, prevalensi stunting 30,8 persen, turun menjadi  26,59 persen pada 2019. Kemudian turun lagi menjadi 20,6 persen pada 2021.

Ia berharp, prevalensi stunting turun menjadi 17,92 persen pada 2022. Pada tahun 2023 diharapkan turun menjadi 14,88 persen dan pada tahun 2024 mendatang bisa turun lagi menjadi 12,24 persen. “Unuk mencapai target tersebut, dibutuhkan peran semua unsur masyarakat,” harapnya.

Berbagai program penanganan stunting di Kota Pekalongan menunjukkan hasil positif. Kepala Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Pekalongan Yos Rosyidi menjelaskan, pihaknya telah melakukan dua kali audit kasus stunting. Audit pertama dilakukan terhadap dua balita stunting di Kelurahan Degayu dan Panjang Baru.

Sedangkan audit kedua dilakukan dengan sasaran empat anak baduta dan balita di Kelurahan Jenggot, Kalibaros, Bandengan dan Pringrejo. Pada audit kasus stunting kedua ini dilakukan terhadap empat ibu hamil berisiko tinggi berusia 19 tahun, 34 tahun, 18 tahun dan 33 tahun.

Yos menjelaskan beberapa faktor yang berpengaruh terhadap balita stunting. Di antaranya intoleransi makanan atau makanan kurang beragam, ASI eksklusif dan menyusui hanya dilakukan selama lima bulan. Faktor lainnya terpapar asap rokok.

“Tata laksana yang sudah dilaksanakan di antaranya konseling Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) dan pemantauan. Selain itu, keluarga juga mendapatkan pendampingan oleh tim pendamping keluarga,” terang Yos.

Dengan berbagai intervensi tersebut, balita stunting berhasil mengejar ketertinggalan tumbuh kembang. Pada audit kasus stunting pertama, balita yang semula berat badannya 6,5 kilogram (kg) telah bertambah menjadi 7,2 kg.

Halaman:

Editor: Nur Khoerudin

Tags

Terkini

Imlek, Museum Batik Pamerkan Motif Kelengan

Jumat, 27 Januari 2023 | 15:02 WIB

Vaksinasi Covid 19 Terus Digalakkan di Kota Batik

Kamis, 26 Januari 2023 | 19:15 WIB

Penataan Alun-alun Kota Pekalongan Jadi Perhatian

Senin, 23 Januari 2023 | 19:00 WIB
X