Belajar dari Kasus Camat, Sekda Ingatkan ASN Hati-Hati 

- Rabu, 4 Agustus 2021 | 16:27 WIB
WIDODO JOKO MULYONO (SM/Cessnasari) (Cessnasari)
WIDODO JOKO MULYONO (SM/Cessnasari) (Cessnasari)

SLAWI, suaramerdeka-pantura.com - Adanya laporan warga kepada Polres Tegal tentang kegiatan foto dan video para camat yang diduga melanggar protokol kesehatan (prokes), diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan seluruh warga Kabupaten Tegal. 

Hal ini ditegaskan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono, Rabu (4/8/2021) saat menghadiri peluncuran Gerakan Nglarisi Jajan Wonge Dewek di Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal. 

“Semuanya sudah  diproses. Ini jadi pelajaran bagi kita bahwa polisi tidak pandang bulu. Juga dari tim pemeriksa Pemda, PP 53 tahun 2010 (tentang Kedisiplinan Pegawai Negeri Sipil) juga proses. Tidak pandang bulu, jadi semua hati-hati.Bahwa ini serius, tidak main-main,”tegas Joko. 

Baca Juga: Kabupaten Tegal Mendapat 23.448 Dosis Vaksin Covid-19

Joko menyebutkan, terkait sanksi yang akan diberikan kepada para camat masih menunggu hasil pemeriksaan yang sedang berlangsung. 

Ditanya mengenai sanksi atau kemungkinan non job bagi para camat, Joko belum dapat menyebutkan. “Belum tahu, ya dilihat dulu ,” terangnya. 

Joko mengatakan, kasus ini bagaikan peribahasa karena nila setitik rusak susu sebelanga. 

Para camat yang 1,5 tahun turut bekerja mati-matian menangani pandemi Covid-19, hingga kasusnya saat ini menurun, justru dilaporkan karena kegiatan yang dilakukan secara spontan, hanya karena ingin menghormati rekan yang hendak purna tugas. 

“Meski demikian, tetap melanggar, tetap akan kita laksanakan sesuai aturan yang ada,” tegasnya. 

Baca Juga: Perselisihan dan Petengkaren Menjadi Pemicu Perceraian Paling Banyak di PA Kudus

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak empat camat di Kabupaten Tegal pada Senin (2/8) pagi hari memenuhi panggilan Polres Tegal untuk memberikan keterangan terkait aduan masyarakat tentang  foto dan video para camat yang diduga melanggar protokol kesehatan. 

Mereka dipanggil sebagai saksi dan  menjalani pemeriksaan di ruang Unit II Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Tegal. 

Ditemui usai menjalani pemeriksaan, Camat Lebaksiu yang juga Ketua Forum Komunikasi Camat Kabupaten Tegal Mochamad Dhomiri menyampaikan, pihaknya telah memberikan keterangan kepada tim penyidik terkait kegiatan yang dilakukan para camat pada hari kejadian.  

“Secara prinsip saya sudah memberikan keterangan sebenar-benarnya dan sejujur-jujurnya kepada tim penyidik. Atas nama pibadi dan dinas kami mohon maaf atas segala salah khilaf kami,” jelas Dhomiri didampingi tiga camat. 

Dhomiri menyebutkan,  foto bersama yang diikuti para camat merupakan acara spontanitas yang dilakukan pada 24 Juli 2021. 

Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafa’at melalui Kasatreskim Polres Tegal AKP I Dewa Gede Ditya Khrisnanda menyampaikan, empat camat dipanggil sebagai saksi. 

Mereka dimintai keterangan  terkait dengan pengaduan masyarakat tentang dugaan pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi di Kantor Kecamatan Slawi. Aduan tersebut belum menyebutkan pihak terlapor. 

“Intinya dari pihak masyarakat melaporkan kepada petugas kepolisian, bahwa telah terjadi kegiatan yang diduga melanggar protokol kesehatan,” terang Dewa.

Setelah memanggil empat camat, pada Selasa (3/8) lalu, Polres Tegal memanggil 11 camat lainnya untuk dimintai keterangan terkait kegiatan yang diadukan warga.

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

14 Camat Mendapat  Hukuman Disiplin Ringan

Jumat, 20 Agustus 2021 | 19:44 WIB
X