BI Tegal Ajak GenBI Hidupkan “Urban Farming” untuk Tekan Inflasi

- Sabtu, 19 November 2022 | 19:15 WIB
Pelaksana Fungsi Data Statistik dan Ekonomi Keuangan KPw BI Tegal Nanda Pinandita Ramadhani memaparkan gerakan nasional pengendalian inflasi pangan melalui urban farming kepada generasi baru Indonesia (Genbi) di Hotel Nirwana Pekalongan, Sabtu (19/11). www.suaramerdeka-pantura.com/ Isnawati
Pelaksana Fungsi Data Statistik dan Ekonomi Keuangan KPw BI Tegal Nanda Pinandita Ramadhani memaparkan gerakan nasional pengendalian inflasi pangan melalui urban farming kepada generasi baru Indonesia (Genbi) di Hotel Nirwana Pekalongan, Sabtu (19/11). www.suaramerdeka-pantura.com/ Isnawati

PEKALONGAN, suaramerdeka-pantura.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal mengajak mahasiswa yang tergabung dalam Generasi Baru Indonesia (GenBI) menghidupkan gerakan “urban farming” (pertanian perkotaan di lahan sempit seperti pekarangan) sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan dan menekan inflasi.

“Tekanan inflasi pangan cukup tinggi. Sehingga dilakukan pengendalian inflasi,” kata Pelaksana Fungsi Data Statistik dan Ekonomi Keuangan KPw BI Tegal Nanda Pinandita Ramadhani pada Penguatan Implementasi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan melalui Urban Farming kepada GenBI di Hotel Nirwana Pekalongan, Sabtu (19/11).

Menurut Nanda, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) telah melakukan operasi pasar murah untuk menekan inflasi. “Harapannya, selain operasi pasar, untuk menekan inflasi juga bisa dilakukan dengan menjaga ketersediaan pasokan melalui urban farming, misalnya gerakan menanam cabai,” sambungnya.  

Deputi Kepala Perwakilan KPw BI Tegal Dody Nugraha menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan III 2022 tumbuh 5,28 persen (year on year, yoy).  

“Pertumbuhan ini cukup baik, meskipun relatif melambat jika dibandingkan pada triwulan II yang mencapai 5,66 persen (yoy),” terangnya.

Sementara itu, Indeks Harga Konsumen (IHK)  Kota Tegal  pada Oktober 2022 mengalami deflasi sebesar 0,07 persen (month to month, mtm) setelah pada bulan sebelumnya mengalami inflasi sebesar 1,09 persen (mtm).

Hal ini mendorong penurunan inflasi tahunan Kota Tegal menjadi 6,63 persen (yoy) setelah pada bulan sebelumnya sebesar 7,18 persen (yoy).

Menurutnya, secara keseluruhan  hingga akhir tahun 2022, inflasi IHK diperkirakan akan lebih tinggi dari batas atas sasaran inflasi. Namun akan kembali ke dalam sasaran 3,01persen pada tahun 2023.

Meskipun demikian, BI akan terus berkoordinasi melalui Forum TPID dengan fokus meningkatkan efisiensi rantai nilai komoditas pangan utama, menjaga kecukupan pasokan, dan kelancaran distribusi. Selain itu, mengelola ekspektasi masyarakat yang diharapkan mampu mengarahkan inflasi untuk kembali pada kisaran sasaran inflasi.

Editor: Nur Khoerudin

Tags

Terkini

Imlek, Museum Batik Pamerkan Motif Kelengan

Jumat, 27 Januari 2023 | 15:02 WIB

Vaksinasi Covid 19 Terus Digalakkan di Kota Batik

Kamis, 26 Januari 2023 | 19:15 WIB

Penataan Alun-alun Kota Pekalongan Jadi Perhatian

Senin, 23 Januari 2023 | 19:00 WIB
X