SMPN 3 Batang Tolak Tiga Dosa Besar Pendidikan

- Rabu, 16 November 2022 | 17:02 WIB
TANDA TANGAN: Pelajar SMPN 3 Batang menandatangani deklarasi menolak tiga dosa besar pendidikan di aula SMPN 3 Batang, Selasa (15/11). (Trisno Suhito )
TANDA TANGAN: Pelajar SMPN 3 Batang menandatangani deklarasi menolak tiga dosa besar pendidikan di aula SMPN 3 Batang, Selasa (15/11). (Trisno Suhito )

BATANG- SMPN 3 Batang mendeklarasikan penolakan terhadap tiga dosa besar di dunia pendidikan yakni perundungan, intoleransi dan kekerasan seksual. Deklarasi ditandai dengan membubuhkan tanda tangan seluruh pendidik, pelajar, perwakilan Dinas Pendidikan dan komite sekolah di atas papan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala SMPN 3 Batang Budiyatmaka mengatakan, deklarasi ini sebagai bukti seluruh warga sekolah siap menolak keras terjadinya tiga dosa besar pendidikan sehingga cita-cita sekolah ramah anak dapat terwujud.

'' Kami memandang ketiganya rawan terjadi di lingkungan sekolah. Kerawanan itu tidak hanya timbul dari sesama peserta didik saja, tapi bisa pula timbul dari kalangan pendidik kepada anak didik. Karena itu, seluruh warga sekolah bersepakat menolak terjadinya tiga dosa besar itu,'' ujarnya usai membubuhkan tanda tangan bersama perwakilan pelajar di aula SMPN 3 Batang, Selasa (15/11).

Dirinya menyatakan, sebagai bentuk aksi nyata, pihak sekolah segera membentuk satuan tugas yang siap menerima aduan terhadap tiga penyimpangan tersebut supaya dilakukan tindakan secepatnya. Tim terdiri dari unsur pendidik, perwakilan orang tua murid dan komite sekolah. Apabila ada satu dari tiga dosa besar itu terjadi, pihaknya meminta anak melaporkan ke pihak terdekat yakni guru, wali kelas atau guru Bimbingan Konseling.

'' Kami lebih mengedepankan penyelesaian secara internal. Sering kali kalau disampaikan ke pihak luar, permasalahan tidak segera selesai. Jadi sebisa mungkin setiap ada masalah di rumah tangga kami, diselesaikan sendiri,'' tuturnya.

Budiyatmaka menambahkan, proses pelaporan dilakukan dengan dua media yakni konvensional dan pemanfaatan media aplikasi. Saat ini sedang dibuat dan nanti siswa bisa melaporkan lewat akses yang disiapkan. Dirinya mengharapkan, pasca deklarasi dan penerapan, siswa merasa nyaman mengikuti kegiatan pembelajaran dan orang tua pun tenang menitipkan anaknya, sehingga suasana sekolah yang ramah bisa terwujud.

Kepala Seksi Kurikulum Disdikbud Batang, Eko Sudianto mengatakan, pihak Disdikbud memfasilitasi lembaga pendidikan yang siap mendeklarasikan penolakan terhadap tiga dosa besar pendidikan.

'' Kami pilih sekolah yang sudah siap seperti SMP Al Munawir Gringsing, SMPN 2 Limpung dan sekarang SMPN 3 Batang. Semoga ke depan sekolah-sekolah lain bisa mendeklarasikan hal yang sama,'' tegasnya.

Sementara itu, salah satu pelajar Naura mengungkapkan, deklarasi ini merupakan langkah awal untuk mencegah terjadinya tiga dosa besar di dalam maupun luar lingkungan sekolah. Salah satunya perundungan yang rawan terjadi antar pelajar. Ia sangat menyesalkan apabila terjadi peristiwa perundungan. Pasalnya, tindakan itu tidak bermanfaat sama sekali.

'' Kalau saya menemukan peristiwa itu, saya segera melapor ke pihak yang berwenang, yakni guru. Perundungan harus ditentang agar tidak berlarut-larut,'' katanya.

Editor: Yanuar Oky Budi Saputra

Terkini

Jaga Lingkungan, Siswa Diajak Kelola Sampah

Minggu, 22 Januari 2023 | 17:17 WIB

Tiga Kali Lelang, BTP Sepi Peminat

Kamis, 19 Januari 2023 | 20:29 WIB

Bulan Dana PMI Raih Rp 1,46 Miliar

Minggu, 1 Januari 2023 | 17:41 WIB

Pelaku Ekonomi Kreatif Diminta Lakukan Terobosan

Minggu, 1 Januari 2023 | 17:38 WIB

Pj Bupati Batang dan Forkompimda Sambangi Malam Natal

Minggu, 25 Desember 2022 | 22:58 WIB

PMI dan PGRI Lakukan Bedah RTLH

Selasa, 29 November 2022 | 17:01 WIB

Alot, Pembahasan UMK Batang Belum Ada Kesepakatan

Rabu, 23 November 2022 | 18:00 WIB

Vaksin Booster Diburu Pekerja Luar Daerah

Selasa, 22 November 2022 | 17:19 WIB

Ada Kawasan Industri, Sampah Harus Terkelola

Selasa, 22 November 2022 | 17:17 WIB
X