Ribuan Onthelis Akan Ramaikan Wisata Bangunan Bersejarah di Kota Bahari

- Selasa, 15 November 2022 | 21:22 WIB
Gedung Birao Semarang Cheribon Stroomtam (SCS) atau Gedung Lawang Satus, yang menjadi saksi sejarah transportasi kereta api di Pulau Jawa, akan menjadi titik terakhir gowes bersama para onthelis dalam acara wisata bangunan bersejarah Kota Tegal. (Dok/Istimewa )
Gedung Birao Semarang Cheribon Stroomtam (SCS) atau Gedung Lawang Satus, yang menjadi saksi sejarah transportasi kereta api di Pulau Jawa, akan menjadi titik terakhir gowes bersama para onthelis dalam acara wisata bangunan bersejarah Kota Tegal. (Dok/Istimewa )

TEGAL, suaramerdeka-pantura.com - Sebanyak 5.000 pecinta sepeda ontel atau onthelis, akan meramaikan Temu Jakwir Onthelis Nusantara (Tejon) yang digelar Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Kota Tegal, pada 26-27 November 2022 mendatang.

Ketua Kosti Kota Tegal, Sutari mengatakan, kegiatan tersebut merupakan ajang silaturahmi onthelis nusantara dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 2022. Nantinya, para onthelis akan hadir dalam kegiatan wisata bangunan bersejarah di Kota Bahari.

Menurut Sutari, wisata bangunan bersejarah akan dimulai dari Menara Waterleiding, yang saat ini dikenal sebagai Menara PDAM.

Merunut sejenak pada masa perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), bangunan tersebut merupakan saksi para pemuda Kota Bahari, melawan penjajah dan mengibarkan bendera merah putih di puncak menara.

Baca Juga: Kantin Kejujuran Bantu Proses Pendidikan Karakter Siswa

“Titik selanjutnya, para onthelis kita ajak ke Gedung Pringgitan dan Pendopo Ki Gede Sebayu, di Kompleks Balai Kota Tegal,” ujarnya.

Tidak berhenti di situ, perjalanan berikutnya, onthelis akan diajak menuju bangunan bersejarah Gedung Lanal, Kantor Pos dan Gedung DPRD Kota Tegal, yang sempat digunakan sebagai Kantor Residen pada saat pemerintahan Kolonial Belanda.

Sebagai puncak wisata bangunan bersejarah, Kosti Kota Tegal memilih Gedung Birao Semarang Cheribon Stroomtam (SCS) atau Gedung Lawang Satus, yang menjadi saksi sejarah transportasi kereta api di Pulau Jawa.

“Sebetulnya masih ada banyak lagi bangunan bersejarah di luar titik-titik itu. Seperti misalnya Langgar Dhuwur atau musala tertua di Kota Tegal dan Kelenteng Tek Hay Kiong, yang merupakan salah satu saksi sejarah masyarakat Tionghoa di Kota Bahari, namun untuk mengefesiensikan waktu, kita kemas menjadi lebih singkat,” beber Sutari.

Baca Juga: Dilirik Investor, Namun Investasi di Kota Pekalongan Terhambat Aturan

Sebab, Sutari menambahkan, waktu tempuh yang dibutuhkan dalam gowes bersama atau wisata bangunan bersejarah itu, kurang lebih mamakan waktu sekitar 1,5 jam dengan jarak tempuh sekira 15 kilometer.

“Selain berwisata sejarah, kita juga menggandeng UMKM untuk memperkenalkan oleh-oleh khas Tegal. Termasuk para penjual komponen-komponen antik sepeda onthel atau klitikan."

"Secara prinsip, kita akan menjual Tegal, bagaimana kulinernya, oleh-olehnya hingga sejarah terbentuknya Kota Tegal,” tegas Sutari.

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

Layanan Pembuatan Kartu AK 1 Semakin Mudah dan Cepat

Sabtu, 28 Januari 2023 | 19:58 WIB

Warga Dukuh Tembara Iuran Membangun Jembatan

Rabu, 19 Oktober 2022 | 14:53 WIB

Polres Tegal Bagikan 350 Paket Sembako Kepada Nelayan

Rabu, 28 September 2022 | 08:14 WIB

Terekam CCTV, Pembobol Mesin ATM BRI Gunakan Linggis

Kamis, 15 September 2022 | 17:41 WIB
X