Harga Kedelai Meroket, Produsen Tempe Mengeluh

- Selasa, 15 November 2022 | 16:58 WIB
HARGA MELONJAK: Salah seorang produsen tempe menunjukan tempe yang dijual. Saat ini harga kedelai terus meningkat dan membuat harga tempe melonjak.  (Trisno Suhito)
HARGA MELONJAK: Salah seorang produsen tempe menunjukan tempe yang dijual. Saat ini harga kedelai terus meningkat dan membuat harga tempe melonjak. (Trisno Suhito)

BATANG- Produsen tempe mengeluhkan harga kedelai yang tinggi di pasaran. Kenaikan harga kedelai yang terus meroket mengharuskan sebagian besar produsen pembuat tempe mengurangi ukuran meskipun hal tersebut menuai protes dari konsumen.

Salah satu produsen tempe, Priyatno mengungkapkan, semenjak kenaikan kedelai beberapa bulan ini berdampak terhadap berkurangnya pendapatan para pengrajin tempe.

'' Kalau dulu bisa beli kedelai Rp 7 ribu sampai Rp 8 ribu, sekarang sudah sampai Rp 14 ribu per kilogramnya. Tapi kalau hari ini beli kedelai lagi, belum tentu harganya sama, bisa jadi lebih mahal,'' ungkapnya di tempat produksi tempe sekaligus kediamannya di Kelurahan Proyonanggan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Senin (14/11).

Priyatno bersama perajin tempe mengharapkan harga kedelai kembali normal. Omzet juga mengalami penurunan dari semula Rp 250.000 sampai Rp 300.000, kini merosot hingga Rp 150.000 untuk sekali produksi. Dirinya meminta pemerintah tidak usah memberikan subsidi, tapi ditentukan saja patokan harga per kilogramnya. Dirinya juga mengakui, kenaikan harga kedelai berpengaruh pada konsumen yang sedikit berkurang.

'' Sebelum kenaikan, konsumen bisa pesan antara 4 sampai 6 papan tempe. Sekarang turun jadi 4 sampai 5 papan per hari,'' ujarnya.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Batang, Dewi Wuriyanti mengatakan, untuk mengatasi harga kedelai yang tidak kunjung turun, rencananya pihak Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Jawa Tengah segera menggelontorkan bantuan kepada perajin tempe. Terutama bagi mereka yang tidak tergabung dalam Koperasi Perajin Tempe.

'' Bantuan yang diberikan sebanyak satu ton untuk tiap kabupaten/kota. Satu ton itu diperuntukkan bagi 100 perajin. Di Kabupaten Batang ada 130 perajin, nantinya kami tetap menyeleksi agar tepat sasaran,'' tuturnya.

Dirinya mengatakan, sepanjang tahun 2022, harga kedelai terus merangkak naik. Awal Januari harganya Rp 13.500. Dan sekarang mencapai Rp 13.800. Ia mengharapkan, bantuan yang nantinya diberikan Pemprov Jateng dapat menurunkan harga kedelai sehingga perajin tempe kembali berproduksi dengan normal.

'' Kemungkinan program bantuan kedelai akan digelontorkan awal Desember mendatang. Pendistribusian rencananya akan dilakukan langsung kepada perajin di Kantor Dispaperta,'' tuturnya.

Halaman:

Editor: Yanuar Oky Budi Saputra

Tags

Terkini

Jaga Lingkungan, Siswa Diajak Kelola Sampah

Minggu, 22 Januari 2023 | 17:17 WIB

Tiga Kali Lelang, BTP Sepi Peminat

Kamis, 19 Januari 2023 | 20:29 WIB

Bulan Dana PMI Raih Rp 1,46 Miliar

Minggu, 1 Januari 2023 | 17:41 WIB

Pelaku Ekonomi Kreatif Diminta Lakukan Terobosan

Minggu, 1 Januari 2023 | 17:38 WIB

Pj Bupati Batang dan Forkompimda Sambangi Malam Natal

Minggu, 25 Desember 2022 | 22:58 WIB

PMI dan PGRI Lakukan Bedah RTLH

Selasa, 29 November 2022 | 17:01 WIB

Alot, Pembahasan UMK Batang Belum Ada Kesepakatan

Rabu, 23 November 2022 | 18:00 WIB

Vaksin Booster Diburu Pekerja Luar Daerah

Selasa, 22 November 2022 | 17:19 WIB

Ada Kawasan Industri, Sampah Harus Terkelola

Selasa, 22 November 2022 | 17:17 WIB
X