Lurah di Kota Pekalongan Diminta Jadi Ujung Tombak Penanganan Covid-19

- Selasa, 3 Agustus 2021 | 10:00 WIB
RAPAT : Jajaran Forkompinda melakukan Rapat Koordinasi Penanganan Covid19 di Ruang Amarta Setda, Senin (2/8) sore.
RAPAT : Jajaran Forkompinda melakukan Rapat Koordinasi Penanganan Covid19 di Ruang Amarta Setda, Senin (2/8) sore.

Kota Pekalongan – suaramerdeka-pantura.com- Seluruh lurah di Kota Pekalongan diminta berperan aktif atau menjadi ujung tombak dalam penanganan covid-19. Demikian disampaikan Komandan Kodim 0710/Pekalongan Letkol Hamonangan Lumban Toruan.

Dikatakannya, apapun status level dalam penanganan Covid-19 diminta agar tidak boleh lengah dan kendor, karena apabila sampai lengah akan bisa berakibat fatal.

"Untuk saat ini Kota Pekalongan sudah masuk ke zona orange, oleh karena itu kita minta kerjasamanya kepada semua pihak agar tidak lengah dalam menyikapi kondisi ini, sehingga jangan sampai Kota Pekalongan masuk ke zona hitam,'' pinta Dandim dalam acara Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19, di Ruang Amarta Setda, Senin sore (2/8) bersama jajaran Forkopimda Kota Pekalongan.

Dalam kesempatan tersebut Dandim juga mengajak kepada para camat dan lurah untuk bersinergi dengan aparat yang lain dalam memberikan edukasi sampai di tingkat RT dan secara berkesinambungan.

"Lurah bisa menjadi ujung tombak dalam penanganan Covid-19 tentunya dengan pendampingan TNI-Polri terutama dalam masa pemberlakuan PPKM ini, untuk itu berikan pengawasan dan edukasi yang baik tentang penerapan protokol kesehatan dimasyarakat”,terang Dandim.

Sementara itu, Walikota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid menyampaikan pihaknya telah menyiapkan kebijakan dan strategi Percepatan Penanganan Covid-19. Jika nantinya penerapan PPKM tidak diperpanjang maupun kembali diperpanjang.

"Intinya hari ini kami bahas bersama dan sudah kami siapkan beberapa opsi kebijakan jika nantinya pemerintah pusat melakukan perpanjangan PPKM ataupun tidak. Tentunya tidak bisa kita jabarkan sekarang. Kita tunggu keputusan dan arahan dari pusat hari ini pukul 24.00 wib," ungkap Walikota Aaf usai rakor Penanganan Covid-19.

Terkait perkembangan Covid-19, Aaf menuturkan bahwa saat ini Kota Pekalongan sudah kondusif dan mengalami penurunan kasus Covid-19. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, per 1 Agustus 2021 jumlah pasien sembuh akibat Covid-19 mengalami penambahan sebanyak 36 orang. Sehingga total yakni 4.387 pasien sembuh.

“Sedangkan, jumlah kasus pasien terkonfirmasi Covid-19 per 1 Agustus bertambah 5 orang. Jumlah ini menurun dibandingkan data sebelumnya, 31 Juli yakni 25 orang,” tuturnya. (H79)

 

Halaman:

Editor: Siti Masithoh

Tags

Terkini

X