KH Ahmad Rifai Pahlawan Nasional dari Kabupaten Batang

Yanuar Oky Budi Saputra
- Minggu, 13 November 2022 | 17:47 WIB
ISTIGHOSAH: Istighosah dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional di Gedung Pimpinan Pusat Rifa'iyah, Kabupaten Batang, Sabtu (12/11). Kegiatan ini juga untuk memperkenalkan pahlawan nasional dari Kabupaten Batang yaitu KH Ahmad Rifai.  (Trisno Suhito )
ISTIGHOSAH: Istighosah dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional di Gedung Pimpinan Pusat Rifa'iyah, Kabupaten Batang, Sabtu (12/11). Kegiatan ini juga untuk memperkenalkan pahlawan nasional dari Kabupaten Batang yaitu KH Ahmad Rifai. (Trisno Suhito )

BATANG- Jelang Muktamar X Rifa'iyah, Pimpinan Daerah Rifa'iyah Batang menggelar istighosah bersama dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional di Gedung Pimpinan Pusat Rifa'iyah, Kabupaten Batang, Sabtu (12/11). Kegiatan ini juga untuk memperkenalkan pahlawan nasional dari Kabupaten Batang yaitu KH Ahmad Rifai.

Ketua Pimpinan Daerah Rifa'iyah Batang Nur Hamid mengatakan, istighosah digelar untuk memperingati Hari Pahlawan Nasional sekaligus melakukan kegiatan menjelang Muktamar X Rifa'iyah. KH Ahmad Rifai telah ditetapkan pemerintah pusat menjadi pahlawan nasional dengan Keputusan Presiden di tahun 2004.

'' Rangkaian kegiatan dimulai dengan istighosah di Gedung Pimpinan Pusat Rifa'iyah. Kemudian dilanjutkan dengan ziarah makam para leluhur murid-murid pertama KH Anwar Rifai. Beliau merupakan pahlawan nasional asli Kabupaten Batang yang harus kita perkenalkan kepada masyarakat,'' katanya.

Muktamar X Rifa'yah sendiri akan dilaksanakan pada 22 hingga 24 September 2023. Kegiatan ini rencananya akan dihadiri 35.000 jamaah rifa'iyah seluruh Indonesia. Nur Hamid mengatakan, KH Ahmad Rifai merupakan salah satu putra terbaik bangsa Indonesia.

Ia adalah putra sulung dari H. Qasad Mansyur bin Markai Mansyur dan Hj Hindun Masthufah binti Rubama. Selama tujuh tahun, dirinya menjadi santri Gontor. Rifai kemudian dilantik oleh kiainya untuk menjadi seorang guru di sana. Kurang lebih Rifai mengabdi menjadi guru selama dua tahun di almamaternya tersebut.

'' Dakwah KH Ahmad Rifai terkenal tegas, sehingga Belanda pun mengawasi gerak-geriknya. Belum lagi tulisan-tulisannya yang menyuarakan kemerdekaan tanah air dari tangan penjajah,'' tuturnya.

Dengan sikap patriotik ini, KH Ahmad Rifai kerap ditangkap, dipenjara, bahkan diasingkan oleh penjajah. Ia sudah berkali-kali keluar masuk penjara di Kendal, Semarang dan daerah lainnya. Ia juga diasingkan ke Desa Kalisalak Batang. Selama DI pengasingan, KH Ahmad Rifai justru mendirikan pesantren.

'' Dengan adanya agenda pra muktamar ini diharapkan menjadikan kita selalu mengingat jasa-jasa pahlawan yang telah berjuang melawan penjajah. Sekaligus juga sebagai bekal persiapan mempersiapkan Muktamar X Rifa'iyah agar berjalan dengan lancar,'' katanya. (H56)

 

Editor: Yanuar Oky Budi Saputra

Tags

Terkini

Jaga Lingkungan, Siswa Diajak Kelola Sampah

Minggu, 22 Januari 2023 | 17:17 WIB

Tiga Kali Lelang, BTP Sepi Peminat

Kamis, 19 Januari 2023 | 20:29 WIB

Bulan Dana PMI Raih Rp 1,46 Miliar

Minggu, 1 Januari 2023 | 17:41 WIB

Pelaku Ekonomi Kreatif Diminta Lakukan Terobosan

Minggu, 1 Januari 2023 | 17:38 WIB

Pj Bupati Batang dan Forkompimda Sambangi Malam Natal

Minggu, 25 Desember 2022 | 22:58 WIB

PMI dan PGRI Lakukan Bedah RTLH

Selasa, 29 November 2022 | 17:01 WIB

Alot, Pembahasan UMK Batang Belum Ada Kesepakatan

Rabu, 23 November 2022 | 18:00 WIB

Vaksin Booster Diburu Pekerja Luar Daerah

Selasa, 22 November 2022 | 17:19 WIB

Ada Kawasan Industri, Sampah Harus Terkelola

Selasa, 22 November 2022 | 17:17 WIB
X