Warga Dapat Sembako Murah dan Minyak Goreng Gratis di Bazar Pangan Murah dan UMKM

- Kamis, 10 November 2022 | 18:04 WIB
Warga membeli beras pada Bazar Pangan Murah dan UMKM yang diselenggarakan Badan Pangan Nasional di eks pendopo Kabupaten Pekalongan, Kamis (10/11). suaramerdeka-pantura.com/ Isnawati
Warga membeli beras pada Bazar Pangan Murah dan UMKM yang diselenggarakan Badan Pangan Nasional di eks pendopo Kabupaten Pekalongan, Kamis (10/11). suaramerdeka-pantura.com/ Isnawati

PEKALONGAN, suaramerdeka-pantura.com - Warga Kota Pekalongan mendapatkan sembako dengan harga murah pada Bazar Pangan Murah dan UMKM yang diselenggarakan Badan Pangan Nasional di eks pendopo Kabupaten Pekalongan, Kamis (10/11). Selain membeli sembako dengan harga murah, warga yang beruntung juga membawa pulang minyak goreng curah gratis yang dibagikan.

Kirjan Hadi (69), warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan meninggalkan eks pendopo Kabupaten Pekalongan dengan wajah sumringah sambil menenteng dua kantong beras. Pada Bazar Pangan Murah dan UMKM hari itu, ia membeli dua kantong beras kemasan 5 kilogram dengan harga Rp 47.500 perkantong.

"Alhamdulillah pemerintah memberi keringanan kepada kami untuk membeli sembako dengan harga murah. Di pasaran, beras kemasan 5 kilogram harganya Rp 55.000 hingga Rp 60.000. Dengan harga Rp 47.500 perkantong, jelas meringankan," kata dia.

Kegembiraannya semakin membuncah saat Kirjan juga mendapatkan minyak goreng curah yang diberikan secara gratis. "Saya dapat minyak goreng gratis satu liter. Minyak gorengnya sudah dibawa pulang oleh anak saya," sambungnya.

Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional, Sarwo Edhy mengatakan, Bazar Pangan Murah dan UMKM digelar untuk menstabilkan harga pangan pokok masyarakat. "Dengan adanya Bazar Pangan Murah ini, kami bisa menstabilkan harga pangan. Sehingga yang menjadi kewajiban kami untuk mengendalikan inflasi bisa kita lakukan dengan baik," terangnya.

Bazar Pangan Murah hari menyediakan sebelas komoditas. Sarwo mengatakan, pada bazar tersebut, Badan Pangan Nasional memberikan subsidi pada sejumlah bahan pokok. Di antaranya beras, minyak goreng, gula, telur, tepung, bawang merah, bawang putih, sayur, buah dan komoditas lainnya. Sehingga warga bisa membeli dengan harga murah.

Beras, misalnya yang semula harganya Rp 55.000 per  5 kilogram, dijual dengan harga Rp 46.000. Ada pula beras yang dijual dengan harga 42.000 dan Rp 47.500 per kilogram seperti yang dibeli Kirjan. Sementara itu, gula yang semula harganya Rp 13.500 per kilogram, dijual seharga Rp 11.000. Ada pula minyak goreng yang dijual Rp 15.000 perliter dari harga Rp 22.500 perliter.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional I Gusti Ketut Astawa, menambahkan, ada 52 pelaku usaha yang bersinergi untuk menjaga stabilisasi harga pangan pada acara tersebut. Mereka menyediakan lebih dari lima ton beras, 1 ton bawang merah, 500 kilogram bawang putih dan minyak goreng curah yang dibagikan secara gratis untuk masyarakat sebanyak 300 liter.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Tegal Muhammad Taufik Amrozy mengatakan, angka inflasi di wilayah eks karesidenan Pekalongan pada November secara year on year sudah turun menjadi 6,63 dari sebelumnya 7,18 persen. “Perlu sinergi berbagai pihak untuk menurunkan inflasi. Salah satunya melalui gelaran bazar pangan murah dan UMKM ini,” kata dia.

Halaman:

Editor: Nur Khoerudin

Tags

Terkini

Imlek, Museum Batik Pamerkan Motif Kelengan

Jumat, 27 Januari 2023 | 15:02 WIB

Vaksinasi Covid 19 Terus Digalakkan di Kota Batik

Kamis, 26 Januari 2023 | 19:15 WIB

Penataan Alun-alun Kota Pekalongan Jadi Perhatian

Senin, 23 Januari 2023 | 19:00 WIB

Kini, Taman Wisata Laut Pasir Kencana Buka Lebih Pagi

Kamis, 19 Januari 2023 | 15:36 WIB

Objek PBB Kota Pekalongan Bertambah 10,6 Persen

Rabu, 18 Januari 2023 | 21:14 WIB
X