Kasus Gagal Ginjal Akut Pada Anak Tidak Ditemukan di Kabupaten Tegal

- Kamis, 3 November 2022 | 11:40 WIB
MENJELASKAN: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Ruszaeni menjelaskan tidak ada kasus gagal ginjal akut pada anak di Kabupaten Tegal. (SM/dok)
MENJELASKAN: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Ruszaeni menjelaskan tidak ada kasus gagal ginjal akut pada anak di Kabupaten Tegal. (SM/dok)

SLAWI, suaramerdeka-pantura.com - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Ruszaeni menyampaikan sampai saat ini kasus gagal ginjal akut pada anak pasca mengonsumsi obat sirup yang terindikasi cemaran senyawa etilen glikol dan dietilen glikol, tidak ditemukan di Kabupaten Tegal.

“Alhamdulillah saat ini tidak ada kasus balita atau anak terkena gagal ginjal akut akibat konsumsi obat sirup,” tegasnya, Senin (31/10/2022).

Kendati demikian, ia mengimbau masyarakat tetap mewaspadai gejala sakit pada anak yang dapat mengarah gagal ginjal akut progresif atipikal.
Kasus gagal ginjal akut yang dialami sejumlah anak inj, menurut dia, terjadi pada anak berusia enam bulan hingga 18 tahun.

Baca Juga: Tiga Tersangka Kasus Kredit Fiktif Ditahan Kejari Brebes, Sebabkan Kerugian Negara Capai Rp 2,9 M

Adapun gejala yang muncul seperti diare, muntah, demam selama tiga hingga lima hari, bengkak di seluruh tubuh, batuk dan pilek hingga jumlah air seni yang semakin sedikit, bahkan tidak bisa buang air kecil sama sekali.

“Sebaiknya orangtua langsung membawa anak ke puskesmas atau rumah sakit apabila anak masih susah buang air kecil dan kondisinya semakin tidak membaik,” ungkapnya.

Ruszaeni meminta para orangtua tidak perlu resah. Upaya pelarangan peredaran dan penarikan obat sirup yang tidak memenuhi syarat sebagaimana yang dirilis Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah dilakukan.

Kebijakan pelarangan peredaran dan penarikan sejumlah obat sirup ini dilakukan karena adanya indikasi cemaran senyawa etilen glikol dan dietilen glikol di atas ambang batas aman yang diduga kuat sebagai penyebab gangguan ginjal akut.

Baca Juga: Tim dan Relawan SAR Arnavat Sat Pol Airud Polres Pekalongan Kota Dikukuhkan

Ruszaeni mengatakan, sebagai ganti obat sirup, masyarakat dapat menggunakan obat puyer atau tablet yang sesuai dengan resep dokter.

“Sejauh ini kami sudah mensosialisasikan larangan penjualan dan penarikan obat sirup tertentu sebagaimana edaran BPOM ke seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan, sehingga petugas nantinya bisa meneruskannya ke masyarakat,” imbuhnya.

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

Layanan Pembuatan Kartu AK 1 Semakin Mudah dan Cepat

Sabtu, 28 Januari 2023 | 19:58 WIB

Warga Dukuh Tembara Iuran Membangun Jembatan

Rabu, 19 Oktober 2022 | 14:53 WIB

Polres Tegal Bagikan 350 Paket Sembako Kepada Nelayan

Rabu, 28 September 2022 | 08:14 WIB

Terekam CCTV, Pembobol Mesin ATM BRI Gunakan Linggis

Kamis, 15 September 2022 | 17:41 WIB
X