Sembilan Bencana Diwaspadai, BPBD Gelar Apel Kesiapsiagaan

- Jumat, 28 Oktober 2022 | 18:01 WIB
SIMULASI: Siswa SMA 2 Slawi dan Tim Reaksi Cepat Terpadu Kabupaten Tegal melakukan simulasi penaggulangan bencana pada apel kesiapsiagaan bencana di Lapangan Pemda Kabupaten Tegal (Cessnasari )
SIMULASI: Siswa SMA 2 Slawi dan Tim Reaksi Cepat Terpadu Kabupaten Tegal melakukan simulasi penaggulangan bencana pada apel kesiapsiagaan bencana di Lapangan Pemda Kabupaten Tegal (Cessnasari )

SLAWI, suaramerdeka-pantura.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal menggelar apel kesiapsiagaan bencana di Kabupaten Tegal, Rabu (26/10/2022) di Lapangan Pemda Kabupaten Tegal.

Apel ini untuk melihat sejauh mana kesiapsiagaan personil, tenaga relawan dalam membantu masyarakat menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.

Turut dalam apel tersebut diikuti Forkopimda, OPD di Kabupaten Tegal, pelajar, PMI Kabupaten Tegal, TNI/Polri, dan relawan yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat (TRC) Terpadu dan Organisasi Kemasyarakatan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tegal, Elliya Hidayah, mengatakan, ada sembilan bencana yang harus diwaspadai, karena sering terjadi di Kabupaten Tegal. Diantaranya tanah bergerak, banjir rob yang terjadi di daerah pesisir.

Baca Juga: BKPSDM Gelar Uji Kompetensi Calon Pejabat Administrator dan Pengawas

"Untuk tanah bergerak kami sudah melakukan mitigasi dengan melakukan penanaman pohon keras dan pohon yang produktivitas. Kami mengajak masyarakat untuk cinta terhadap lingkungan," jelasnya.

Elliya mengatakan, dengan adanya mitigasi yang dibangun dengan mengajak masyarakat menanam tanaman keras dan produktif, bisa membangkitkan masyarakat untuk tanggap terhadap bencana.

"Sementara itu, untuk banjir dan rob dibutuhkan sebuah solusi yang tidak sedikit biayanya, tetapi kami juga melakukan bersama- sama masyarakat, menggerakkan pentahelix, mengedukasi masyarakat untuk lebih sadar terhadap infrastruktur yang telah dibangun oleh pemerintah. Tidak lagi-lagi menyalahkangunakan saluran air dan sungai untuk buang sampah," sebutnya.

Untuk mengembalikan fungsi sungai, BPBD memiliki program susur sungai dari hulu sampai hilir. Program akan dilaksanakan dengan menggerakan 250 relawan.

Baca Juga: Ikuti Program GTA, PNS Guru Diharap Mampu Menjadi Fasilitator Pembelajaran Digital

Diharapkan, kegiatan itu mengembalikan fungsi sungai , diantaranya mengalirkan air yang jernih, baik dan bisa menampung air saat musim hujan, sehingga tidak terjadi tanah longsor.

"Susur sungai akan dilaksanakan segera mungkin dan ini akan kita kerjasamakan dengan TRC Terpadu," tuturnya.

Dalam apel kesiapsiagaan bencana itu dibagikan 2.000 bibit tanaman dari Balai Bibit Tanaman Baros Brebes, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kebutanan (KLHK) RI.

Bantuan bibit secara simbolis diserahkan kepada Camat Warureja, Dani Setiawan, Ketua Forum Relawan Penanggulangan Bencana Kabupaten Tegal, Anton Priyadi, dan Kepala SMK An Nur Kalisapu, Slawi, Moh Nasrullah.

Baca Juga: Waduk Cacaban Resmi Dibuka, Masyarakat Bisa Menikmati Pemandangan dari Gardu Pandang

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

Layanan Pembuatan Kartu AK 1 Semakin Mudah dan Cepat

Sabtu, 28 Januari 2023 | 19:58 WIB

Warga Dukuh Tembara Iuran Membangun Jembatan

Rabu, 19 Oktober 2022 | 14:53 WIB

Polres Tegal Bagikan 350 Paket Sembako Kepada Nelayan

Rabu, 28 September 2022 | 08:14 WIB

Terekam CCTV, Pembobol Mesin ATM BRI Gunakan Linggis

Kamis, 15 September 2022 | 17:41 WIB
X