Saksi Dari Aquila Sudah Ijin Ke Jaksa, JPU Dinilai Terlalu Sembarangan, Buntut Saksi Yang Dinilai Menghilang

- Rabu, 26 Oktober 2022 | 16:40 WIB
DIAMBIL SUMPAH : Saksi dari PT Aquila Transindo Utama (ATU), Ari Cahyono dan Staf KUPP Bedwind Kurniangga, diambil sumpahnya sebelum memberikan kesaksian dalam sidang dugaan invoice fiktif di PLTU Batang di di PN Pekalongan, Selasa 25 Oktober 2022. Foto : (suaramerdeka-pantura.com/Kuswandi) (Picasa)
DIAMBIL SUMPAH : Saksi dari PT Aquila Transindo Utama (ATU), Ari Cahyono dan Staf KUPP Bedwind Kurniangga, diambil sumpahnya sebelum memberikan kesaksian dalam sidang dugaan invoice fiktif di PLTU Batang di di PN Pekalongan, Selasa 25 Oktober 2022. Foto : (suaramerdeka-pantura.com/Kuswandi) (Picasa)

PEKALONGAN, suaramerdeka-pantura.com - Saksi dari PT Aquila Transindo Utama (ATU), Ari Cahyono, pada sidang dugaan invoice fiktif di PLTU Batang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Pekalongan, yang dinilai menghilang pada saat akan memberikan kesaksian, berbuntut panjang. Kuasa hukum PT Aquila Transindo Utama (ATU) Oktorian Sitepu, memprotes keras dan mempersoalkan apa yang disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang tersebut.

Dirinya mengkonfrontir, bahwa saksi Ari Cahyono, bukan menghilang, tetapi sebelum meninggalkan pengadilan untuk istirahat sudah ijin terlebih dahulu kepada pihak tim jaksa. Apalagi, saat itu waktunnya istirahat dan makan siang. "Jadi sama sekali tidak benar, jika saksi dikatakan menghilang tanpa jejak. Kita sudah ijin baik-baik kok ke jaksa, dan waktu itu dipersilahkan," tegas Oktorian Sitepu, kepada suaramerdeka.com, Rabu 26 Oktober 2022. Menurutnya, pada saat ijin, semuanya juga off, karena memang waktunya istirahat.

Baca Juga: PT Aquila Kecewa, PT Sparta Dinilai Tak Bisa Tunjukan Bukti Invoice Yang Selama Ini Dinilai Diduga Palsu

Bahkan, waktu itu, kata dia, bu jaksa menyarankan untuk istirahat dan makan siang terlebih dahulu. "Justru bu jaksa yang mempersilakan untuk istirahat dan makan siang terlebih dahulu, jika nanti sidang dimulai, biar saksi yang kedua terlebih dahulu yang masuk ke persidangan," tutur Oktorian, menirukan pembicaraan jaksa. Jadi, bukan berarti saksi menghilang, tidak ada jejak. Saksi ijin makan siang, sesuai dengan apa yang disarankan oleh jaksa.

Oktorian mengaku kecewa atas peristiwa ini, akibat jaksa yang dinilai justru terlalu sembarang, sehingga merugikan saksi. Peristiwa itu terjadi, kata dia, justru akibat kurang koordinasinya jaksa, sehingga tidak mengetahui saksi sedang istirahat dan makan siang. "Dengar seperti ini, kami kan tidak enak, kesannya kami kabur. Padahal kita ikuti sidang terus kok," pungkas Oktorian Sitepu, dengan nada kecewa.

Baca Juga: PT Aquila Serahkan Bukti Tambahan, Kasus Dugaan Invoice Fiktif di Pelabuhan PLTU Batang

Miss Komunikasi

Terpisah, Kasi Intel Kejari Pekalongan, Andritama ketika dikonfirmasi terkait hal itu, dirinya menyatakan karena persoalan miss komunikasi saja. Diakui, saksi (Ari Cahyono-red) memang sudah ijin ke jaksa, pada saat akan istirahat dan makan siang. Namun, disarankan untuk istirahat dan makan siang tidak jauh dari pengadilan, sehingga sewaktu-waktu dihadirkan oleh JPU untuk memberikan kesaksian, tidak mengalami kesulitan.

Akan tetapi, saksi justru istirahat dan makan siang jauh dari pengadilan, sehingga pada saat majelis hakim memohon kepada JPU, untuk menghadirkan saksi yang ketiga (Ari Cahyono-red), saksi tidak berada di lingkungan pengadilan.

Pada waktu itu, saksi dicari tidak berada di lingkungan pengadilan. Sementara, majelis hakim juga masih ada agenda sidang yang lainnya. Maka, majelis hakim mengetuk palunya, dan menutup sidang. Kemudian,usai sidang ditutup, saksi sendiri baru kembali ke pengadilan. "Ini hanya persoalan miss komunikasi saja. Sidang berikutnya, saksi (Ari Cahyono-red) akan kita undang kembali," tutur Andritama, dihubungi via telfonnnya, Rabu 26 Oktober 2022.

Halaman:

Editor: Yanuar Oky Budi Saputra

Tags

Terkini

Anggota DPRD Kota Pekalongan Ditangkap BNN

Kamis, 2 Februari 2023 | 17:23 WIB
X