Kerusakan Bendung Kembang Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Ancam Demo

- Selasa, 25 Oktober 2022 | 05:08 WIB
AUDIENSI: Perwakilan Aliansi Masyarakat Peduli Desa Benda beraudiensi dengan forum pimpinan kecamatan di Kantor Desa Benda, Kecamatan Sirampog, Brebes. AMPDB mengancam akan melakukan aksi demo karena kerusakan Bendung Kembang tak kunjung diperbaiki.  (Teguh Inpras Tribowo )
AUDIENSI: Perwakilan Aliansi Masyarakat Peduli Desa Benda beraudiensi dengan forum pimpinan kecamatan di Kantor Desa Benda, Kecamatan Sirampog, Brebes. AMPDB mengancam akan melakukan aksi demo karena kerusakan Bendung Kembang tak kunjung diperbaiki. (Teguh Inpras Tribowo )

BREBES, suaramerdeka-pantura.com - Aliansi Masyarakat Peduli Desa Benda (AMPDB) mengancam demo jika kerusakan Bendung Kembang tidak segera diperbaiki. Hal ini mengemuka dalam audiensi antara perwakilan AMPDB dengan Forum Pimpinan Kecamatan Sirampog, di Kantor Desa Benda, Senin (24/10/2022).

Perwakilan AMPDB, Warosy Alwi, mengatakan, Bendung Kembang sudah rusak selama sepuluh tahun. Akibat kerusakan tersebut, ratusan hektare pertanian tidak terairi.

"Bendung pertanian ini sangat vital. Dimanfaatkan petani di tiga kecamatan yaitu Sirampog, Tonjong dan sebagian Bumiayu," kata Warosy.

Berdasarkan surat pemberitahuan yang beredar, demo akan dilaksanakan pada Jumat (28/10) di pertigaan Desa Benda.

Baca Juga: DPUPR Kota Pekalongan Targetkan Rekonstruksi Jalan WR Supratman Selesai pada Desember

Menurut Warosy, ancaman demo merupakan akumulasi dari kekecewaan petani kepada Pemkab Brebes maupun Pemprov Jateng yang dinilai kurang perhatian terhadap infrastruktur pertanian yang sudah bertahun tahun rusak.

"Usulan perbaikan Bendung Kembang tidak pernah direspon. Semoga aksi demo bisa mengetuk hati pemerintah untuk melakukan perbaikan," ujarnya.

Kades Benda, Baitsul Amri, mengatakan, pemerintah desa selalu mengusulkan perbaikan Bendung Kembang dalam forum musrenbang. Namun demikian, perbaikan bendung tak kunjung direalisasikan.

Menurut kades, berbagai upaya agar sawah bisa tetap terairi. Salah satunya dengan penyodetan Sungai Keruh di lokasi Bendung Kembang."Namun upaya ini hanya bertahan satu musim, untuk kemudian rusak lagi karena banjir," katanya.

Baca Juga: Pemkot Pekalongan Akan Bangun Masjid Ikonis di Exit Tol Setono

Kapolsek Sirampog, Iptu Susanto Agus P, berharap masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya dengan cara audiensi dengan pihak terkait, meskipun aksi demo secara hukum boleh dilakukan.

"Sekiranya nanti hanya akan menggangu kepentingan masyarakat karena dilakukan di jalan umum maka sebaiknya unjuk rasa tidak dilakukan. Menyampaikan pendapat atau aspirasi bisa dengan cara audiensi," katanya.

Kalaupun (demo) tetap harus dilakukan, kapolsek meminta agar unjuk rasa dilakukan oleh perwakilan tanpa mengerahkan massa.

"Pengerahan massa selain dikhawatirkan dapat menimbulkan anarkhis juga akan mengganggu kelancaran transportasi yang akhirnya berdampak pada perokonomian warga," ujarnya.

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

6 Pelaku Pemerkosaan ABG di Brebes Diringkus

Rabu, 18 Januari 2023 | 17:51 WIB

460 Anak di Brebes Positif TBC

Rabu, 11 Januari 2023 | 23:16 WIB

Komisi IV DPRD Sidak Bangunan Sekolah Rusak

Rabu, 21 Desember 2022 | 16:40 WIB

Lord Rangga, 'Sang Pemimpin Dunia III' Tutup Usia

Jumat, 9 Desember 2022 | 03:04 WIB
X