PT Aquila Kecewa, PT Sparta Dinilai Tak Bisa Tunjukan Bukti Invoice Yang Selama Ini Dinilai Diduga Palsu

- Senin, 24 Oktober 2022 | 19:21 WIB
SIDANG GUGATAN : Kedua pengacara PT Aquila Transindo Utama dan PT Sparta Putra Adhyaksa, mengikuti sidang gugatan perdata di PN Pekalongan, Senin 24 Oktober 2024. Foto : (suaramerdeka-pantura.com/Kuswandi) (Picasa)
SIDANG GUGATAN : Kedua pengacara PT Aquila Transindo Utama dan PT Sparta Putra Adhyaksa, mengikuti sidang gugatan perdata di PN Pekalongan, Senin 24 Oktober 2024. Foto : (suaramerdeka-pantura.com/Kuswandi) (Picasa)

PEKALONGAN, suaramerdeka-pantura.com - Pengadilan Negeri (PN) Pekalongan kembali menggelar sidang lanjutan gugatan perdata PT Aquila Transindo Utama (PT ATU) kepada PT Sparta Putra Adhyaksa (PT SPA) dengan agenda pembuktian alat bukti dari pihaktergugat, Senin (24/10). PT Aquila Transindo Utama sendiri menggugat PT Sparta Putra Adyaksa dengan materi dugaan perbuatan melawan hukum dengan nomor perkara 35/Pdt.6/2022/PN Pekalongan.

Dalam sidang kali ke delapan tersebut, PT Sparta Putra Adhyaksa, menyerahkan alat bukti ke majelis hakim yang diketuai Patria Gunawan. Oktorian Sitepu, kuasa hukum PT Aquila saat ditemui usai sidang menyatakan, bagi kami bukti yang disampaikan oleh pihak tergugat, tidak ada relevansinya sama sekali dengan perkara yang digugat. Bukti invoice yang diserahkan tergugat bukan bagian dari 16 invoice yang disengketakan.

"Pada dua minggu yang lalu tergugat menyatakan bahwa , invoice yang kami sampaikan bukanlah invoice yang diduga dipalsukan dan berencana menyampaikan 16 bukti invoice yang diduga dipalsukan tersebut pada acara sidang hari ini? Tetapi Mengapa hari ini mereka tidak dapat menyampaikannya? Malah menyampaikan bukti yang tidak ada relevansinya dengan perkara.

Kenapa kami menunggu itu, akan kami komparasikan dengan bukti kami yang sudah kami serahkan kepada majelis hakim pada sidang sebelumnya. Agar perkara ini akan terang benerang," tegas Oktorian Sitepu. Dijelaskan, invoice yang diserahkan sebagai bukti oleh penggugat merupakan invoice setelah dilakukannya revisi tarif sesuai kesepakatan. dan invoice yang rencananya diserahkan oleh tergugat, sudah dicabut, sehingga batal demi hukum.

Disinggung terkait bukti rekamanan yang diserahkan pihak tergugat, pihaknya menyatakan rekaman dimaksud terjadi setelah dilakukannya laporan polisi. Sementara, rekaman yang disampaikan oleh pihak penggugat pada sidang sebelumnya, terjadi sebelum munculnya persoalan ini.

"Disitu sangat jelas, Sparta tidak mau membayar, karena jengkel dan sakit hati. Dia (Sparta-red), diadukan ke PLTU Batang, bahwa mereka tidak pernah melaporkan kedatangan kapal. Karena alasan itulah, Spartatidak mau membayar," tuturnya.

Sementara, Zaenudin, kuasa hukum PT Sparta Putra Adhyaksa menyatakan, sidang hari ini adalah pembuktian dari pihak tergugat. Dimana telah diajukan bukti surat terkait surat pelayanan jasa pandu tunda, dan sembilan bukti lainnya. Yakni bukti pembayaran, dan ditunjukan pembayaran invoice yang benar, bukti lunas.

Usai menyerahkan bukti-bukti, majelis hakim menutup sidang. Dan, sidang akan kembali digelar Senin 31 Oktober 2022 mendatang dengan agenda keterangan saksi-saksi.

Editor: Yanuar Oky Budi Saputra

Tags

Terkini

Anggota DPRD Kota Pekalongan Ditangkap BNN

Kamis, 2 Februari 2023 | 17:23 WIB
X