BNI Bantu Pembangunan Masjid Agung UIN Gus Dur Pekalongan Sebesar Rp 100 Juta

- Kamis, 13 Oktober 2022 | 23:51 WIB
SERAHKAN BANTUAN : Pimpinan Cabang BNI 46 Pekalongan, Taufik Hartono (kanan) menyerahkan secara simbolis bantuan pembangunan Masjid Agung UIN Gus Dur Pekalongan, kepada Rektor UIN Gus Dur Pekalongan Prof Zaenal Mustakim MAg (kiri), Kamis (13/10).   Foto : (suaramerdeka-pantura.com/dok) (Picasa)
SERAHKAN BANTUAN : Pimpinan Cabang BNI 46 Pekalongan, Taufik Hartono (kanan) menyerahkan secara simbolis bantuan pembangunan Masjid Agung UIN Gus Dur Pekalongan, kepada Rektor UIN Gus Dur Pekalongan Prof Zaenal Mustakim MAg (kiri), Kamis (13/10). Foto : (suaramerdeka-pantura.com/dok) (Picasa)

PEKALONGAN, suaramerdeka-pantura.com - Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Pekalongan menyatakan komitmennya untuk mendukung terwujudnya Masjid Agung Universitas Islam Negeri (UIN) KH Abdurrahman Wahid atau UIN Gus Dur Pekalongan yang tengah dibangun di Kampus II UIN Gus Dur Pekalongan di Rowolaku Kajen. Komitmen itu dilakukan dengan menyerahkan bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pembangunan masjid dimaksud.

"CSR diberikan dalam rangka menyelesaikan tugas UIN Gus Dur Pekalongan untuk mewujudkan Masjid Agung UIN Gus Dur Pekalongan," kata Pemimpin Cabang BNI Pekalongan, Taufik Hartono, Kamis (13/10). Dikatakan, CSR yang diberikan sebesar Rp 100 juta, dimana disalurkan dalam bentuk tunai yang akan dikonversi menjadi bahan material bangunan.

Menurutnya, masjid merupakan bukan sekadar sebuah tempat ibadah. Tapi bisa menjadi tempat untuk komunikasi baik horisontal maupun vertikal. "Karena kami berada di Pekalongan, karena kami bagian dari pemerintah juga ingin membantu bekerjasama dengan UIN Gus Dur Pekalongan tujuannya untuk itu," tegasnya.

Taufik menambahkan, lembaganya punya amanah untuk bisa mengembangkan dunia pendidikan sebagai wadah untuk masyarakat di Indonesia. Masyarakat bukan hanya terbatas di Pekalongan, tapi juga secara umum. Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan kepada Rektor UIN Gus Dur Pekalongan, Prof H Zaenal Mustakim MAg, di Kampus I UIN Gus Dur Pekalongan di Jalan Kusuma Bangsa No 9 Kota Pekalongan.

Rektor UIN Gus Dur Pekalongan, Prof H Zaenal Mustakim mengaku merasa terbantu dengan bantuan dari BNI. Ia bahkan mengakui akan kesulitan jika tidak ada bantuan dari pihak-pihak lain. "Kami ini sedang membangun Masjid Agung UIN Pekalongan nilainya cukup besar. Tidak saya sebutkan sekarang, tapi target pembangunan antara 12 tahun hingga 15 tahun ke depan," tuturnya. Sehingga, jika pembangunannya tidak dibantu oleh pihak-pihak lain, seperti BNI dan lain sebagainya, tentu akan kesulitan.

Dijelaskan, sumber dana pembangunan Masjid Agung Gus Dur Pekalongan sendiri murni dari masyarakat bersama civitas akademika, dan berbagai pihak lainnya . Bahkan, dari mulai rektor hingga tukang sapu, setiap bulan iuran infaq sesuai kemampuannya masing-masing. Untuk luas masjid yang sedang dibangun sendiri, 50 meter x 50 meter yang bisa menampung 4.000 - 5.000 jemaah. Dan, saat ini kondisinya sudah ada pembangunan 72 tiang.

"Saat ini sudah ada proses pengedakan lantai dua. Kalau sudah dicor dilantai dua semuanya. Desember 2023 nanti, diharapkan sudah bisa untuk salat jamaah, meski hanya dengan alas tikar, belum ada dindingnya, minimal tidak kehujanan maupun kepanasan," tuturnya. Prof Zaenal berharap bisa terus bekerjasama dengan BNI karena yakin di masa depan akan butuh perbankan sebagai pengelola keuangan. Terutama saat UIN Gus Dur Pekalongan beralih menjadi BLU.

 

Editor: Yanuar Oky Budi Saputra

Tags

Terkini

Anggota DPRD Kota Pekalongan Ditangkap BNN

Kamis, 2 Februari 2023 | 17:23 WIB
X