Ditreskrimsus Polda Jateng Periksa Terdakwa Kasus Invoice Fiktif, Dugaan Korupsi Jasa Pandu dan Tunda Kapal

- Kamis, 13 Oktober 2022 | 22:56 WIB
KELUAR DARI RUTAN : Kuasa hukum terdakwa kasus invoice fiktif, Suparno dan Angga Risetiawan, keluar dari Rutan Pekalongan, usai mendampingi kliennya diperiksa Disreskrimsus Polda Jateng terkait dugaan kasus korupsi di Pelabuhan Batang, Kamis (13/10). Foto : (suaramerdeka-pantura.com/Kuswandi)
KELUAR DARI RUTAN : Kuasa hukum terdakwa kasus invoice fiktif, Suparno dan Angga Risetiawan, keluar dari Rutan Pekalongan, usai mendampingi kliennya diperiksa Disreskrimsus Polda Jateng terkait dugaan kasus korupsi di Pelabuhan Batang, Kamis (13/10). Foto : (suaramerdeka-pantura.com/Kuswandi)

PEKALONGAN, suaramerdeka-pantura.com - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Disreskrimsus) Polda Jateng memeriksa terdakwa kasus dugaan invoice fiktif di Pelabuhan Batang, Rosi Yunita, yang saat ini mendekam di Rutan Kelas IIA Pekalongan, Kamis (13/10) siang. Pemeriksaan itu terkait adanya laporan dugaan korupsi jasa pandu dan tunda kapal di Pelabuhan Batang, yang kasusnya kini tengah ditangani Polda Jateng. Pemeriksaan terhadap Rosi Yunita sendiri, dalam rangka pengumpulan bahan keterangan, maupun dokumen terkait kasus dimaksud.

Pantauan di lapangan, penyidik Ditreskrimsus Polda Jateng tiba di Rutan Kelas IIA Pekalongan pukul 13.00 Wib. Dalam pemeriksaan sendiri, Rosi Yunita didampingi kuasa hukumnya Suparno dan Angga Risetiawan. Pemeriksaan sendiri berlangsung kurang lebih sekitar dua jam. Ditemui usai keluar dari Rutan Kelas IIA Pekalongan, Suparno mengutarakan kedatangan penyidik tersebut dalam rangka untuk kepentingan klarifikasi terhadap klien-nya (Rosi Yunita-red).

"Klarifikasi biasa, kemarin-kemarin seperti apa, cuma wilayahnya atau permasalahan yang dilaporkan berbeda, tak jauh beda dari yang itu. Untuk poin-poin seperti dia (Rosi) bekerja dimana dan sebagai apa dan bagaimana hal itu bisa terjadi,” terang Suparno. Dirinya menambahkan, terkait laporan dimaksud tidak terkait langsung dengan klien-nya, karena kaitannya dengan koorporasi, dimana sebelumnya klien-nya bekerja.


"Person dan koorporasi kan berbeda. Jadi beliau (Rosi Yunita-red) tidak tahu, ya tidak disampaikan karena itu wilayah koorporasi. Tidak formal (klarifikasi) itu tidak formal sekali. Normatif saja. Dan itu (klarifikasi) yang dilakukan untuk perkara korupsi yang dilaporkan ke Polda Jateng,” jelasnya. Untuk perkara korupsi yang dilaporkan ke Polda Jateng, kata dia, saat ini masih dalam tahap pemanggilan saksi-saksi.

“Saksi yang berkaitan dengan itu (kasus korupsi) masih dalam penyelidikan. Ada yang sebagian sudah dipanggil. Ini kan hanya untuk menguwatkan artinya untuk mencari objek materi yang lebih detail,” tuturnya.

Klarifikasi yang dilakukan kepada klien-nya itu, lanjut dia, dilakukan guna mengetahui cara kerjanya (di perusahaan klien-nya bekerja semula). “Dari penyidik ini kan mencari data yang mungkin biar lebih lengkap. Jika Rosi tahunya seperti itu, ya dijawab seperti kemarin-kemarin seperti itu saja, tidak ada yang lebih atau kurang. Normatif saja,” tandasnya. Sementara, penyidik Ditreskrimsus Polda Jaten, ditemui usai keluar dari Rutan enggan memberikan statmen. Itu lantaran bukan kewenangannya, dan mereka langsung masuk mobil meningalkan kawasan Rutan. 

Dugaan kasus korupsi jasa pandu dan tunda kapal di Pelabuhan Batang sendiri diadukan ke Polda Jateng oleh Reza Ardhy K Wiharnanto, selaku Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi sejak 23 Januari 2022 lalu. Itu didasari adanya dugaan pungutan liar pada pembiayaan jasa pandu dan tunda kapal di Pelabuhan Batang.

Editor: Yanuar Oky Budi Saputra

Tags

Terkini

Imlek, Museum Batik Pamerkan Motif Kelengan

Jumat, 27 Januari 2023 | 15:02 WIB

Vaksinasi Covid 19 Terus Digalakkan di Kota Batik

Kamis, 26 Januari 2023 | 19:15 WIB

Penataan Alun-alun Kota Pekalongan Jadi Perhatian

Senin, 23 Januari 2023 | 19:00 WIB
X