Para Pedagang di Guci Tegal Mulai Kesulitan Bayar Tagihan Listrik hingga Cicilan Pinjaman Bank

- Minggu, 1 Agustus 2021 | 18:55 WIB
Warung makan di Obyek Wisata Guci terlihat sepi pembeli. Bahkan sebagian besar pelaku usaha menutup usahanya karena tempat wisata tersebut ditutup selama masa PPKM . Dan beberapa mengibarkan bendera putih, foto/ Cessnasari
Warung makan di Obyek Wisata Guci terlihat sepi pembeli. Bahkan sebagian besar pelaku usaha menutup usahanya karena tempat wisata tersebut ditutup selama masa PPKM . Dan beberapa mengibarkan bendera putih, foto/ Cessnasari

“Tutup sudah lama, sehari-hari ya ngangur, kerja apa gak ada yang membutuhkan, gak ada proyek. Untuk memenuhi kebutuhan bayar bank dan listrik tidak bisa ditunda. Padahal pemasukan dari berdagang gak ada. Buat makan saja susah,”tuturnya.

Warga Dukuh Pekandangan RT 9 RW 2 Desa Rembul, Kecamatan Bojong ,Kabupaten Tegal ini menuturkan, sebelumnya, untuk membayar tunggakan pinjaman bank, awal Juni 2021 dia terpaksa menjual sepeda motor Vario miliknya. Sepeda motor keluaran tahun 2013 dijual seharga Rp 6 juta.

“Sekarang sudah tiga bulan belum bayar cicilan bank,”imbuhnya.

Sejak awal tempat wisata ditutup sampai dengan lebaran lalu, Sono mengaku sudah merugi hingga Rp 20 juta.

Lain lagi dengan Rohati (38) yang membuka warung makan di Obyek Wisata Guci. Dia sudah dua kali menjual sepeda motor Revo miliknya, masing-masing seharga Rp 2 juta.

Uang hasil penjualan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, modal berjualan nasi dan melunasi hutang.

Baca Juga: Olimpiade Tokyo 2020 : Gagal Raih Medali, Mohammad Ahsan : Endingnya Belum Dikasih Yang Indah

Dengan ditutupnya tempat wisata ini, penghasilannya turun drastis. Setiap hari, ibu dua anak ini biasa berjualan mulai pukul 05.30 sampai 17.00.

PPKM dampaknya terasa banget. Dulu kalau sedang ramai bisa dapat Rp 200.000- Rp 300.000 per hari,sekarang cari uang Rp 100.000 saja susah banget,”ungkapnya.

Rohati menyebutkan, dengan sepinya pembeli, kerap kali dia harus membawa sisa masakan yang dijual. Masakan itu lalu dimakan bersama anggota keluarga lainnya. Sisanya terpaksa dibuang karena tidak bisa dijual hari berikutnya.

Halaman:

Editor: Agus Setiawan

Tags

Terkini

Warga Dukuh Tembara Iuran Membangun Jembatan

Rabu, 19 Oktober 2022 | 14:53 WIB

Polres Tegal Bagikan 350 Paket Sembako Kepada Nelayan

Rabu, 28 September 2022 | 08:14 WIB

Terekam CCTV, Pembobol Mesin ATM BRI Gunakan Linggis

Kamis, 15 September 2022 | 17:41 WIB
X