Polisi Bantah Dituduh Mengada-Ada dalam Kasus Dugaan Invoice Fiktif di Pelabuhan PLTU Batang

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 22:48 WIB
SIDANG GUGATAN PERDATA : PN Pekalongan, menggelar sidang gugatan perdata antara PT Aquila Transindo Utama yang menggugat PT Sparta Putra Adhyaksa, dengan agenda pembuktian. Foto: (suaramerdeka-pantura.com/Kuswandi).
SIDANG GUGATAN PERDATA : PN Pekalongan, menggelar sidang gugatan perdata antara PT Aquila Transindo Utama yang menggugat PT Sparta Putra Adhyaksa, dengan agenda pembuktian. Foto: (suaramerdeka-pantura.com/Kuswandi).

PEKALONGAN, suaramerdeka-pantura.com - Kapolres Pekalongan Kota AKBP Wahyu Rohadi, melalui Kasatreskrim AKP Ahmad Masdar Tohari angkat bicara terkait adanya tuduhan yang dinilai mengada-ada dalam kasus dugaan invoice fiktif yang melibatkan pengelola pelabuhan PLTU Batang. Ia membantah menangani perkara yang dianggap tidak profesional.

Tudingan itu muncul dalam eksepsi PT Aquila Transindo Utama (ATU) melalui kuasa hukumnya, Oktorian Sitepu selaku penggugat dalam sidang perdata melawan tergugat, PT Sparta Putra Adhyaksa (SPA) di Pengadilan Negeri (PN) Pekalongan.

Baca Juga: Sidang Gugatan Perdata Pengelola Pelabuhan PLTU Versus PT Sparta, Keduanya Saling Kuatkan Pendapatnya

"Kalau dianggap tidak profesional dari kejaksaan kan tidak mungkin mengatakan kasus tersebut sudah lengkap,"kata Kasatreskrim AKP Ahmad Masdar Tohari, ditemui di ruang kerjanya, Rabu (5/10).

Salah satu poin eksepsi yang menyinggung hal itu sebagai berikut, tergugatlah yang menzalimi penggugat dengan melakukan demo dan menghasut Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berada di Batang untuk menyerang penggugat. Tidak hanya itu, tergugat juga melaporkan penggugat kepada pihak kepolisian dengan dasar-dasar yang tidak jelas dan mengada-ada.

Baca Juga: Kasus Dugaan Mafia Pelabuhan, PT Sparta Putra Adhyaksa Digugat Perdata

Perseteruan antara PT ATU selaku pengelola pelabuhan PLTU Batang dengan PT SPA itu tidak hanya terjadi di ranah perdata. Saat ini, sidang pidana dugaan invoice fiktif dengan terdakwa Rosi Yunita, yang duduk dikursi pesakitan dan sidangnya sendiri masih berjalan di PN Pekalongan.

Ahmad Masdar menyatakan bahwa penanganan perkaranya sudah sesuai prosedur.  Hal itu terbukti dari kasus pidana tersebut sudah lengkap dinyatakan P21. Saat ini juga sudah mulai persidangan.

"Kalau ada hal-hal lain silakan disampaikan di persidangan, jika memang ada bukti-bukti lain, terkait adanya keterlibatan pelaku lain tetap kita akan sidik lagi," tegasnya. 

Editor: Yanuar Oky Budi Saputra

Tags

Terkini

PPID Kota Pekalongan Lolos Uji Publik KIP

Rabu, 23 November 2022 | 22:43 WIB
X