Dianggarkan Rp 40,4 Miliar, Rehab 2.099 RTLH Diminta Tuntas

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 09:19 WIB
MENINJAU: Bupati Tegal Umi Azizah meninjau salah satu rumah warga penerima program BSPS di Desa Karangmalang, Kecamatan Kedungbanteng, akhir September 2022 lalu. Keswadayaan yang tinggi dari keluarga penerima bantuan  menjadikan tampilan rumahnya tampak rapi dan estetik. (Cessnasari )
MENINJAU: Bupati Tegal Umi Azizah meninjau salah satu rumah warga penerima program BSPS di Desa Karangmalang, Kecamatan Kedungbanteng, akhir September 2022 lalu. Keswadayaan yang tinggi dari keluarga penerima bantuan menjadikan tampilan rumahnya tampak rapi dan estetik. (Cessnasari )

SLAWI, suaramerdeka-pantura.com - Bupati Tegal Umi Azizah meminta para pihak dan dinas terkait bisa menuntaskan target kegiatan rehab rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Tegal yang tahun ini jumlahnya mencapai 2.099 unit dengan nilai anggaran Rp 40,4 miliar.

Hal ini ditegaskan pada saat melakukan tinjauan lapangan di Desa Karangmalang, Kecamatan Kedungbanteng, akhir September 2022 lalu.

Pada tinjauan tersebut, Umi memastikan penerima manfaat program tepat sasaran sesuai kriteria dan kondisi sosial ekonominya. Hal ini terkait dengan pertanggungjawaban dan usulan pihaknya kepada kementerian terkait.

Baca Juga: Satlantas Beri Hadiah Sembako Bagi Pengendara yang Tertib Berlalu Lintas

Lebih lanjut Umi menjelaskan jika pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan Pemprov Jateng maupun Direktorat Jenderal Perumahan Rakyat Kementerian PUPR, sehingga di tahun 2022 ini Kabupaten Tegal mendapat alokasi penetapan BSPS sebanyak 1.509 unit yang tersebar di 15 desa dengan nilai Rp 30,54 miliar.

Dari Provinsi Jateng, pihaknya mendapat alokasi bantuan senilai Rp 4,04 miliar untuk merehab 337 unit rumah.

Dalam tinjauan tersebut, Umi mengapresiasi kesungguhan warga penerima program rehab rumah tidak layak huni (RTLH) mengalokasikan dana swadayanya.

Di antaranya adalah penerima program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Meski masuk kriteria masyarakat berpenghasilan rendah sebagai syarat penerima program rehab RTLH, ternyata mereka mampu mengupayakan dana swadaya.

Baca Juga: Sarung Soccer Digelar pada Hari Batik, Pemain Kenakan Pita Hitam

Menurutnya, kesadaran warga penerima manfaat untuk memiliki rumah tinggal yang sehat dan layak huni terpicu oleh dana stimulan yang diberikan, seperti BSPS senilai Rp 20 juta. Dengan adanya stimulan ini , banyak yang rela menggunakan uang tabungannya untuk menambah material dan ongkos tukang.

Ada pula yang mendapat bantuan dana ataupun material dari tetangga sekitar, saudara ataupun keluarga, termasuk meminjam uang di bank atau pihak lain.

Tak ketinggalan, Umi pun menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Kementerian PUPR, Pemprov Jateng, Dinas Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (Perkim) Kabupaten Tegal dan semua pihak yang telah ikut memfasilitasi dari mulai proses pendataan, verifikasi kelayakan calon penerima manfaat hingga pelaksana kegiatan.

Baca Juga: Berlari Sembari Kenalkan Tempat Bersejarah, Pekalongan Heritage Run 2022

“Saya minta semuanya bisa diselesaikan tepat waktu, tepat mutu dan tidak boleh ada yang tertinggal. Ini tanggungjawab kita ke pusat dan provinsi. Fasilitator pendamping dan pemerintah desa harus ikut mengawasi, memastikan tidak ada potongan apapun, sekalipun ada swadayanya dari warga,” ujarnya.

Kepala Disperkimtaru Kabupaten Tegal Jaenal Dasmin menambahkan, selain dari program BSPS dan bantuan Pemprov Jateng, ada sumber pendanaan lain yang dialokasikan untuk rehab RTLH di Kabupaten Tegal tahun ini.

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

Layanan Pembuatan Kartu AK 1 Semakin Mudah dan Cepat

Sabtu, 28 Januari 2023 | 19:58 WIB

Warga Dukuh Tembara Iuran Membangun Jembatan

Rabu, 19 Oktober 2022 | 14:53 WIB

Polres Tegal Bagikan 350 Paket Sembako Kepada Nelayan

Rabu, 28 September 2022 | 08:14 WIB

Terekam CCTV, Pembobol Mesin ATM BRI Gunakan Linggis

Kamis, 15 September 2022 | 17:41 WIB
X