Masyarakat Kota Pekalongan Berkomitmen Pertahankan Batik sebagai Warisan Budaya

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:08 WIB
UPACARA HARI BATIK: Berbagai elemen masyarakat Kota Pekalongan mengikuti upacara peringatan Hari Batik Nasional di halaman Museum Batik, Minggu (2/10). Foto: suaramerdeka-pantura.com/ dok
UPACARA HARI BATIK: Berbagai elemen masyarakat Kota Pekalongan mengikuti upacara peringatan Hari Batik Nasional di halaman Museum Batik, Minggu (2/10). Foto: suaramerdeka-pantura.com/ dok

PEKALONGAN, suaramerdeka-pantura.com – Masyarakat Kota Pekalongan berkomitmen mempertahankan batik sebagai warisan budaya tak benda dari UNESCO. Selain itu, masyarakat Kota Pekalongan juga berkomitmen untuk melestarikan dan mengembangkan budaya batik asli yang meliputi batik tulis, batik cap atau kombinasi keduanya.

Komitmen tersebut digaungkan pada upacara peringatan Hari Batik Nasional di halaman Museum Batik, Minggu (2/10). Ada lima poin komitmen generasi penerus batik Pekalongan yang dibacakan pada upacara Hari Batik Nasional, saat itu.

Ketiga poin lainnya yakni membangun industri batik yang ramah lingkungan serta menjunjung tinggi perdagangan batik yang jujur dan adil. Selain itu, mempertahankan predikat Kota Pekalongan sebagai kota kreatif dunia UNESCO bidang kerajinan dan kesenian rakyat.

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid yang bertindak sebagai pembina upacara, berharap batik tetap dilestarikan dan dipertahankan oleh semua kalangan masyarakat Kota Pekalongan, terutama generasi muda.

“Saya berharap generasi muda Kota Pekalongan mampu membawa angin segar terhadap pelestarian budaya batik, khususnya batik Pekalongan, harapnya.

Batik Indonesia resmi diakui oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009 sebagai warisan budaya tak benda (Intangible Cultural Heritage of Humanity) dari Indonesia.

Menurutnya, pengakuan UNESCO terhadap batik Indonesia membawa manfaat yang besar dalam upaya pelestarian dan pengembangan batik di Kota Pekalongam.

Pengakuan tersebut telah memberikan motivasi semua pemangku kepentingan terhadap budaya batik untuk lebih aktif dalam menjaga, melestarikan dan melindungi  budaya batik sebagai warisan budaya.

Wali Kota berharap, peringatan Hari Batik Nasional menjadi momentum kebangkitan sektor batik Kota Pekalongan untuk terus tumbuh pascapandemi. “Mudah-mudahan peringatan Hari Batik ini mampu membawa implikasi positif terhadap pertumbuhan sektor batik guna menunjang perekonomian masyarakat,” harapnya.

Halaman:

Editor: Nur Khoerudin

Tags

Terkini

PPID Kota Pekalongan Lolos Uji Publik KIP

Rabu, 23 November 2022 | 22:43 WIB
X