Tim DVI Bid Dokkes Polda Jateng Bongkar Makam, Kasus Pencurian Rokok Yang Berakhir Aksi Massa

- Kamis, 29 September 2022 | 14:30 WIB
BONGKAR MAKAM : Petugas Tim DVI Bid Dokkes Polda Jateng, dan Polres Pekalongan Kota, membongkar makam Eko, guna proses autopsi, Kamis (29/9). Foto : (suaramerdeka-pantura.com/Kuswandi)
BONGKAR MAKAM : Petugas Tim DVI Bid Dokkes Polda Jateng, dan Polres Pekalongan Kota, membongkar makam Eko, guna proses autopsi, Kamis (29/9). Foto : (suaramerdeka-pantura.com/Kuswandi)

PEKALONGAN, suaramerdeka-pantura.com - Kasus penganiayaan hingga menyebabkan meninggal dunia yang terjadi di Desa Ngaliyan Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan pada 14 November 2021 lalu, hingga kini masih berbuntut panjang.

Tim DVI Bid Dokkes Polda Jateng pada Kamis (29/9) pagi, membongkar makam Eko Miftakhul Huda, warga Pasirkratonkramat, dikompleks pemakaman Sapuro Kota Pekalongan, yang dituduh telah mencuri satu slop rokok hingga akhirnya tewas akibat aksi massa.

Kabid Dokkes Polda Jateng, Kombes Pol Sumy Hastry Purwanti usai kegiatan menjelaskan, hasil outopsi menunjukkan banyak luka yang dialami korban, baik dari hantaman benda tumpul maupun benda tajam. Selain itu, juga ditemukan luka penyebab korban meninggal dunia. "Tergambar jelas, terdapat bekas pendarahan di bagian kepala dan retakan di tulang tengkorak. Hal itu pasti mematikan," terang Sumy Hastry.

Sementara, Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Wahyu Rohadi melalui Kasatreskrim, AKP Ahmad Masdar Tohari menjelaskan, pembongkaran makam ini guna memastikan penyebab pasti kematian korban.

Dari hasil outopsi nantinya, pihaknya berjanji akan menindaklanjuti dan mendalami kasus ini. Bahkan, sudah ada belasan saksi yang diperiksa dan dimintai keterangannya. "Penyelidikan masih terus dilakukan," tegasnya.

Diketahui, almarhum Eko tewas setelah sebelumnya dituduh mencuri satu slop rokok disebuah warung di Desa Ngaliyan Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, pada tahun lalu. Eko kepergok memasukkan rokok yang dicurinya, dan diteriaki maling oleh warga, hingga akhirnya di massa warga. Eko mengalami sejumlah luka memar ditubuhnya, dan akhirnya tewas 2 hari kemudian.

Kuasa hukum keluarga korban, Khoirul Anwar mengapresiasi kepada jajaran Polres Kota Pekalongan beserta Tim Biddokes Polda Jateng, yang telah melakukan Autopsi jenasah korban, dalam upaya proses hukum selanjutnya. Dia berharap, keluarga korban mendapatkan keadilan sesuai peraturan yang berlaku.

Editor: Yanuar Oky Budi Saputra

Tags

Terkini

PPID Kota Pekalongan Lolos Uji Publik KIP

Rabu, 23 November 2022 | 22:43 WIB
X