Terdakwa Invoice Fiktif PLTU Batang Mengaku Dia Tidak Sendirian, Eksepsi Ditolak JPU

- Rabu, 28 September 2022 | 21:14 WIB
SIDANG : Majelis hakim PN Pekalongan, memimpin sidang dalam kasus dugaan invoice fiktif dengan terdakwa Rosi Yunita. Foto: (suaramerdeka-pantura.com/Kuswandi)
SIDANG : Majelis hakim PN Pekalongan, memimpin sidang dalam kasus dugaan invoice fiktif dengan terdakwa Rosi Yunita. Foto: (suaramerdeka-pantura.com/Kuswandi)

PEKALONGAN, suaramerdeka-pantura.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pekalongan, menolak tudingan menyusun dakwaan yang kabur hingga kesalahan kewenangan berperkara dalam eksepsi yang dilayangkan kuasa hukum terdakwa Rosi Yunita Angga Setiawan. 

Hal itu terungkap pada sidang dugaan kasus invoice fiktif Pelabuhan PLTU Batang di Pengadilan Negeri (PN) Pekalongan.  Tudingan itu disampaikan kuasa hukum terdakwa Rosi Yunita yang bernama Angga Setiawan dalam eksepsinya.

Baca Juga: Terdakwa Tolak Dakwaan JPU, Sidang Kasus Dugaan Invoice Fiktif Pelabuhan PLTU Batang

"Kami menolak semua eksepsi dari penasehat hukum terdakwa karena sudah memasuki materi pokok perkara yang nanti akan kami buktikan di persidangan," kata Diah Purnamaningsih, SH selaku JPU dalam perkara itu di kantornya, Rabu (28/9) sore.

Ia menjelaskan, bahwa eksepsi penasehat hukum tidak sesuai dengan pasal 154 dan 156 KUH Pidana. Dua pasal itu mengatur hal-hal yang jadi kewenangan eksepsi. "Sementara eksepsi penasehat hukum terdakwa itu banyak yang tidak sesuai. Sudah masuk pokok perkara," jelasnya.

Diah menyatakan kewenangan berperkara di PN Pekalongan sesuai pasal 85 KUH Pidana. Di dalamnya menyebut pengadilan yang berwenang mengadili itu tempat di mana tindak pidana terjadi.

Kemudian, terkait locus di mana terdakwa bertempat tinggal, kemudian tempat dimana sebagian besar saksinya berada. Semua unsur itu terpenuhi. "Si Rosi itu tinggal di Pekalongan, kemudian saksi saksinya banyak yang di Pekalongan," tuturnya.

Baca Juga: Kasus Invoice Fiktif di PLTU Batang Bergulir ke Meja Hijau, Terdakwa Rosi Duduk di Kursi Pesakitan

Hal lain yang terungkap dalam eksepsi antara lain terdakwa tidak melakukan hal itu sendirian itu, dan hal dimaksud sudah masuk pokok perkara. "Saat eksepsi dia (terdakwa Rosi-red) mengatakan seharusnya tidak sendirian. Itulah garis garis besarnya," imbuh Diah.

Terpisah, Humas PN Pekalongan, Fatria Gunawan, membenarkan JPU menolak seluruh eksepsi penasehat terdakwa. Namun, untuk pengakuan bahwa terdakwa menyebut pihak lain, tidak masuk materi eksepsi. Ia mengatakan hal itu sudah masuk pokok perkara. Pihaknya menyatakan Rosi bisa menyampaikan hal itu di sidang pemeriksaan terdakwa.

Halaman:

Editor: Yanuar Oky Budi Saputra

Tags

Terkini

PPID Kota Pekalongan Lolos Uji Publik KIP

Rabu, 23 November 2022 | 22:43 WIB
X