Gara-gara Buru-buru Live Streaming, Istri Dibunuh Suami

- Jumat, 23 September 2022 | 06:26 WIB
Kapolres Pemalang AKBP Ari Wibowo (tengah) menunjukkan barang bukti dalam gelar perkara kasus KDRT.www.suaramerdeka.com (Ali Basarah)
Kapolres Pemalang AKBP Ari Wibowo (tengah) menunjukkan barang bukti dalam gelar perkara kasus KDRT.www.suaramerdeka.com (Ali Basarah)


PEMALANG, suaramerdeka-pantura.com - Seorang suami nekat membunuh istrinya sendiri setelah terlibat cekcok di kamar rumah yang dipicu masalah live streaming (siaran langsung) medsos. Tersangka berinisial S (23) sedangkan korban berinisial DAN (22).

Kapolres Pemalang AKB Ari Wibowo mengatakan peristiwa terjadi pada Rabu (20/9) pukul 09.00 di Desa Tanahbaya, Kecamatan Randudongkal. "Saat itu korban minta diantar pulang suaminya ke rumah orang tuanya di Desa Lohdaya, Kecamatan Randudongkal, Pemalang untuk keperluan live streaming medsos,"kata Kapolres saat konferensi pers di Media Center Wicaksana Laghawa Polres Pemalang, Kamis (22/9).

Suaminya, D tidak segera memenuhi keinginan istri sebab hendak memandikan anaknya terlebih dahulu.“Saat itu tersangka akan memandikan anaknya dulu, namun korban memaksa untuk segera pulang dan meminta tersangka untuk memandikan anaknya di rumah orang tua korban di Desa Lohdaya,” kata Kapolres.

Tersangka lanjutnya mengaku kesal karena korban menyuruh tersangka untuk cepat pulang ke Desa Lohdaya, Randudongkal. Kemudian dia mengambil pisau di dapur, dan menggunakannya untuk menusuk korban.

“Pisau yang ditusukkan itu melengkung karena itu tersangka mengambil gunting untuk kembali menusuk korban,”imbuh Kapolres. Setelah melakukan perbuatan tersebut tersangka menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Saat tersangka di kamar mandi, warga yang mengetahui ada ribut-ribut datang ke rumah tersangka dan langsung mengamankannya kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Randudongkal.

Setelah menerima laporan dari masyarakat, Kapolres Pemalang mengatakan, tim bergegas bergerak untuk mengamankan tersangka S dan barang bukti di TKP.

Atas perbuatannya dalam melakukan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga atau menghilangkan jiwa orang lain, tersangka dijerat pasal 44 ayat 3 UU nomor 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau pasal 338 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Editor: Nur Khoerudin

Sumber: Polres Pemalang

Tags

Terkini

Kebutuhan Air Bersih Terpenuhi 90,38%

Jumat, 30 September 2022 | 19:02 WIB

Diguyur Hujan Rumah Caslim Roboh

Kamis, 29 September 2022 | 20:48 WIB

Polisi Realisasikan Rumah untuk Anggota

Kamis, 29 September 2022 | 16:04 WIB

Penerapan Transaksi Digital Dipercepat

Rabu, 28 September 2022 | 14:53 WIB

Curat Mobil di Dua Lokasi Diungkap dalam Semalam

Selasa, 27 September 2022 | 15:38 WIB

Plt Bupati Pemalang Instruksikan Dukung Regsosek

Senin, 26 September 2022 | 17:05 WIB

Gara-gara Buru-buru Live Streaming, Istri Dibunuh Suami

Jumat, 23 September 2022 | 06:26 WIB

Pilkades Damai di Pemalang Siap Digelar

Kamis, 22 September 2022 | 08:06 WIB

Pemkab Pemalang-Kejari Perkuat Sinergitas

Selasa, 20 September 2022 | 06:36 WIB

Pilkades Serentak Diminta Bersih Tanpa Suap

Senin, 19 September 2022 | 15:18 WIB

Badan Koordinasi TPQ Gelar Diklat Manajemen

Minggu, 18 September 2022 | 08:17 WIB

Belasan Anak Jalanan Terjaring Operasi Penertiban

Jumat, 16 September 2022 | 16:18 WIB

Plt Bupati Pemalang Undang Warga Dialog di Pendapa

Jumat, 16 September 2022 | 15:55 WIB

Empat Proyek Jalan Senilai Miliaran Disidak

Kamis, 15 September 2022 | 15:15 WIB

Moh Sidik Dilantik Pj Sekda Pemalang

Rabu, 14 September 2022 | 20:23 WIB
X