GWS Diajak Bersinergi untuk Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

- Kamis, 22 September 2022 | 23:06 WIB
MENANDATANGANI: Ketua GWS DPC Kota Pekalongan periode 2022-2027 Dina Sri Rejeki Andajani menandatangani berita acara pelantikan di Gedung PKK Kota Pekalongan, Kamis (22/9). Foto: (suaramerdeka-pantura.com/ Isnawati)
MENANDATANGANI: Ketua GWS DPC Kota Pekalongan periode 2022-2027 Dina Sri Rejeki Andajani menandatangani berita acara pelantikan di Gedung PKK Kota Pekalongan, Kamis (22/9). Foto: (suaramerdeka-pantura.com/ Isnawati)

PEKALONGAN, suaramerdeka-pantura.com  – Pengurus Gerakan Wanita Sejahtera (GWS) Dewan Pimpinan Cabang Kota Pekalongan periode 2022-2027 dilantik di Gedung PKK Kota Pekalongan, Kamis (22/9). Mereka diajak bersinergi dengan Pemkot Pekalongan dalam menurunkan angka stunting serta mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Pekalongan.

Mewakili Wali Kota Pekalongan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Pekalongan Sabaryo Pramono menyambut baik hadirnya GWS di Kota Pekalongan. Keberadaan GWS diharapkan bisa mendorong partisipasi perempuan dalam program-program pemerintah.

“Gerakan Wanita Sejahtera bisa menjadi mitra bagi Pemkot Pekalongan. Kami berharap semakin banyak tumbuh organisasi wanita di Kota Pekalongan karena masih banyak permasalahan yang perlu perhatian,” kata dia.

Menurutnya, saat ini Pemkot Pekalongan tengah berupaya menurunkan angka stunting. Angka stunting di Kota Pekalongan tercatat 20,9 persen. Angka stunting ditargetkan turun menjadi 12 persen pada 2024. “Kami mengajak Gerakan Wanita Sejahtera berpartisipasi dan berkontribusi dalam penurunan angka stunting,” sambungnya.

Selain stunting, DPMPPA Kota Pekalongan juga tengah berupaya menekan jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sabaryo menyebutkan, berdasarkan kasus yang dilaporkan ke Lembaga Perlindungan Perempuan, Anak dan Remaha (LPPAR) Kota Pekalongan, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak meningkat.

Sepanjang 2021, LPPAR Kota Pekalongan menerima laporan 22 kasus, terdiri dari 12 kasus kekerasan terhadap perempuan dan sepuluh kasus kekerasan terhadap anak. Sedangkan sejak Januari hingga Agustus tahun ini, jumlah kasus meningkat menjadi 36 kasus, meliputi 23 kasus kekerasan terhadap perempuan, satu kasus kekerasan terhadap laki-laki dan 12 kasus kekerasan terhadap anak.

“Yang sangat memprihatinkan, delapan dari sepuluh kasus kekerasan terhadap anak adalah perundungan seksual. Pelakunya orang terdekat,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Sabaryo, DPMPPA Kota Pekalongan tengah bersinergi dengan Tim Penggerak PKK Kota Pekalongan dalam program kader pendamping keluarga. Dalam program ini, ratusan kader telah dilatih untuk memberikan edukasi kepada keluarga sehingga dapat mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Gerakan Wanita Sejahtera bisa bersinergi dengan PKK dan DPMPPA dalam program kader pendamping keluarga. Dengan hadirnya Gerakan Wanita Sejahtera, harapannya bisa ikut berkontribusi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat,” paparnya.

Halaman:

Editor: Nur Khoerudin

Tags

Terkini

Hendak Berlayar Jadi ABK, Pelaku Penusukan Ditangkap

Jumat, 23 September 2022 | 17:03 WIB

Perhutani Salurkan Bantuan Pinjaman Rp 135 Juta

Jumat, 23 September 2022 | 16:50 WIB
X