Pulihkan Kawasan Pesisir Kota Pekalongan, 16.100 Bibit Mangrove Ditanam

- Rabu, 21 September 2022 | 17:25 WIB
MENANAM: Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid bersama Team Leader Program AF Pekalongan Andi Kiki serta beberapa kepala OPD Pemkot Pekalongan dan Forkopimcam Pekalongan Utara menanam mangrove di kawasan PIM Pekalongan, Rabu (21/9). Foto:  suaramerdeka-pantura.com/ Isnawati
MENANAM: Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid bersama Team Leader Program AF Pekalongan Andi Kiki serta beberapa kepala OPD Pemkot Pekalongan dan Forkopimcam Pekalongan Utara menanam mangrove di kawasan PIM Pekalongan, Rabu (21/9). Foto: suaramerdeka-pantura.com/ Isnawati

PEKALONGAN, suaramerdeka-pantura.com - Sebanyak 16.100 bibit mangrove ditanam di pesisir Kota Pekalongan untuk melindungi dan memulihkan ekosistem pesisir Kota Pekalongan, Rabu (21/9). Bibit mangrove ditanam di kawasan Pusat Informasi Mangrove (PIM) di Kelurahan Kandang Panjang dan Kelurahan Bandengan, Kecamatan Pekalongan Utara seluas 5.200 meter persegi.

 Bibit mangrove yang ditanam terdiri dari 13.800 jenis avicennia marina (brayo/ api-api) dan 2.300 casuarina equisetifoloa (cemara laut). Kegiatan ini diinisiasi lembaga Kemitraan (Partnership for Governance Reform) bekerja sama dengan Pemkot Pekalongan melalui dukungan Adaptation Fund (AF).

Team Leader Program AF Pekalongan Andi Kiki mengatakan, Kota Pekalongan telah terdampak perubahan iklim dengan naiknya permukaan air laut. Banjir rob sering terjadi dan mengganggu aktivitas masyarakat. Selain itu juga merendam lahan produktif di wilayah pesisir. “Sehingga perlu dilakukan upaya-upaya adaptif untuk mengurangi dampak perubahan iklim, salah satunya dengan memperbaiki dan melindungi ekosistem mangrove,” terangnya.

Menurutnya, mangrove sudah menjadi pelindung garis pantai Pekalongan dari abrasi. Namun dalam beberapa tahun terakhir, kondisinya mengalami degradasi. Karena itu, lembaga Kemitraan bersama Pemkot Pekalongan kembali melakukan penanaman bibit mangrove di kawasan pesisir Kota Pekalongan. Sebelumnya, sebanyak 2500 bibit mangrove telah ditanam di Kelurahan Degayu, Juli lalu.

“Rehabilitasi mangrove sangat penting dilakukan mengingat ekosistem mangrove tidak hanya berfungsi untuk mencegah abrasi, tapi juga menjadi habitat alami ikan dan kerang yang selama ini dijadikan mata pencaharian masyarakat Kota Pekalongan,” paparnya.

Sementara itu, Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, Pemkot Pekalongan tidak bisa sendiri dalam mengatasi dampak perubahan iklim yang telah berlangsung selama belasan tahun tersebut. Semua unsur masyarakat diharapkkan dapat bergerak bersama untuk merawat dan menyelamatkan pesisir Kota Pekalongan yang diprediksi akan tenggelam pada 2035.

“Semua unsur masyarakat harus turut berpartisipasi aktif dan berkolaborasi dalam upaya-upaya merawat pesisir Kota Pekalongan. Kalau kita tidak bergerak merawat bersama, akan percuma. Kita sudah melihat tanggul raksasa yang diperkirakan bisa bertahan lima hingga delapan tahun, tetapi pada tahun ketiga air sudah hampir limpas,” paparnya.

Ia berharap, belasan ribu bibit mangrove yang ditanam di kawasan pesisir Kota Pekalongan dapat tumbuh subur sehingga mampu mencegah abrasi serta dampak perubahan iklim lainnya.

Perwakilan Kelompok Kerja Program AF Kota Pekalongan Eko Budi Keano menambahkan, penanaman mangrove di pesisir Kota Pekalongan melibatkan berbagai elemen masyarakat di Kandang Panjang dan Bandengan. Di antaranya Karang Taruna, LPM/BKM kelurahan dan relawan lainnya. Penanaman mangrove hari itu juga diikuti Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pekalongan Utara.

Halaman:

Editor: Nur Khoerudin

Tags

Terkini

Hendak Berlayar Jadi ABK, Pelaku Penusukan Ditangkap

Jumat, 23 September 2022 | 17:03 WIB

Perhutani Salurkan Bantuan Pinjaman Rp 135 Juta

Jumat, 23 September 2022 | 16:50 WIB
X