Kasus Penganiayaan Oknum Anggota Ormas Versus Kontraktor, Terduga Pelaku Ditangkap

- Rabu, 21 September 2022 | 15:31 WIB
TERDUGA PELAKU DITANGKAP : Tim Resmob Satreskrim Polres Pekalongan Kota, mengamankan terduga pelaku penganiayaan. Foto : (suaramerdeka-pantura.com/Kuswandi)
TERDUGA PELAKU DITANGKAP : Tim Resmob Satreskrim Polres Pekalongan Kota, mengamankan terduga pelaku penganiayaan. Foto : (suaramerdeka-pantura.com/Kuswandi)

PEKALONGAN, suaramerdeka-pantura.com - Video dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh sejumlah oknum anggota ormas di Kota Pekalongan, di area Lapangan Mataram Kota Pekalongan, sempat viral di media sosial. Polisi akhirnya mengamankan sejumlah terduga pelaku yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut, Senin (19/9) malam.

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Wahyu Rohadi melalui Kasatreskrim, AKP Ahmad Masdar Tohari menjelaskan, saat ini pihaknya telah mengamankan beberapa orang. Dan satu orang sudah ditetapkan sebagai tersangka, dan beberapa orang lainnya masih berstatus saksi. Dijelaskan Tohari, kasus penganiayaan yang terekam dan videonya viral tersebut, diketahui terjadi pada hari Jumat pekan lalu, dilapangan Mataram Kota Pekalongan.

Dalam video tersebut, tampak sejumlah orang berpakaian seragam dari salah satu ormas, melakukan penganiayaan terhadap seseorang korban, yang belakangan diketahui merupakan seorang kontraktor. Terjadinya kasus ini, kata Tohari, berawal dari <I>miss komunikasi<P> yang terjadi antara kedua belah pihak, hingga berakhir saling tantang dan hingga terjadi penganiayaan.

Pada saat itu, pihak tersangka mau mengkonfirmasi proyek yang ada di Kota Pekalongan, namun ditantang oleh korban dan akhirnya bersepakat untuk bertemu dilokasi kejadian. Hingga Selasa(20/9) kemarin, pihak penyidik masih terus melakukan pendalaman dan memeriksa sejumlah saksi di Mapolres Pekalongan Kota. Pihak penyidik juga menerapkan pasal 170 KUHP tentang penganiayaan, dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara.

Sementara, Budi Yuwono selaku ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Pekalongan bersama tim kuasa hukum juga tampak melakukan pendampingan para anggotanya yang tengah diperiksa. Jimmy Muslimin selaku kuasa Hukum berjanji akan mengawal para anggotanya yang tengah berperkara, dan mengikuti prosedur penyidikan. Namun, pihaknya juga akan mengupayakan langkah perdamaian atau restorative justise.

Editor: Yanuar Oky Budi Saputra

Tags

Terkini

Hendak Berlayar Jadi ABK, Pelaku Penusukan Ditangkap

Jumat, 23 September 2022 | 17:03 WIB

Perhutani Salurkan Bantuan Pinjaman Rp 135 Juta

Jumat, 23 September 2022 | 16:50 WIB
X