Sidang Gugatan Perdata Pengelola Pelabuhan PLTU Versus PT Sparta, Keduanya Saling Kuatkan Pendapatnya

- Selasa, 20 September 2022 | 16:12 WIB
KUASA HUKUM : M Zaenudin selaku kuasa hukum Didik Pramono direktur PT Sparta Putra Adhiyaksa. Foto: (suaramerdeka-pantura.com/Kuswandi)
KUASA HUKUM : M Zaenudin selaku kuasa hukum Didik Pramono direktur PT Sparta Putra Adhiyaksa. Foto: (suaramerdeka-pantura.com/Kuswandi)

PEKALONGAN, suaramerdeka-pantura.com - Perkara gugatan perdata pengelola pelabuhan PLTU Batang yaitu PT Aquila Transindo Utama (ATU) pada perusahaan keagenan kapal PT Sparta Putra Adhyaksa (SPA) memasuki sidang beragenda replik.

Humas Pengadilan  Negeri Kelas IB Pekalongan, Fatria Gunawan mengatakan bahwa penggugat sudah menolak keterangan tergugat. Hal itu tertuang dalam replik dari penggugat. "Penggugat menolak dalil-dalil jawaban dari penggugat. Penggugat keseluruhan menolak  mempertahankan dalil-dalil gugatannya," ujar Fitria Gunawan

Sementara itu, M Zaenudin selaku kuasa hukum Didik Pramono direktur PT Sparta Putra Adhiyaksa, mengatakan materi gugatan perdata itu berkaitan dengan kasus dugaan tagihan fiktif jasa pelayanan di Pelabuhan PLTU Batang. Pihaknya melaporkan tagihan fiktif itu hingga seorang staf PT ATU menjadi terdakwa.

"Gugatan yang dilayangkan penggugat prematur,dalam isi surat gugatan mendalilkan tentang penagihan terhadap tagihan pelayanan jasa pandu dan tunda dengan bukti invoice 16 lembar," kata M Zaenudin

Dalam laman SIPP PN Pekalongan, disebutkan bahwa PT ATU menggugat PT SPA dengan materi Perbuatan Melawan Hukum dengan nomor perkara 35/Pdt.6/2022/PN. PT ATU diwakili pengacara Oktorian Sitepu. Pihak PN menerima dan mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya. 

Ia mengatakan sebelum PT ATU menggugat, pihaknya sudah melampirkan ke Polres Pekalongan kota, tentang bukti invoice 16 lembar tersebut. Belasan invoice itu diduga dipalsukan dan sekarang sudah tahap proses persidangan di Pengadilan Negeri Pekalongan.

Zainudin berpedoman dalam pasal 138 ayat 8. Berbunyi Perkara yang diajukan ke pengadilan Negeri, ditangguhkan dahulu sampai perkara pidana diputuskan. "Gugatan penggugat tidak terang atau isinya kabur (obscuur libel) dalam surat gugatan penggugat PT.Aqula Transindo utamaterdapat cacat formil dan terdapat penggabungan dua perkara yang berbeda yang menjadikan gugatan penggugat tidak jelas," jelasnya.
 

Editor: Yanuar Oky Budi Saputra

Tags

Terkini

Hendak Berlayar Jadi ABK, Pelaku Penusukan Ditangkap

Jumat, 23 September 2022 | 17:03 WIB

Perhutani Salurkan Bantuan Pinjaman Rp 135 Juta

Jumat, 23 September 2022 | 16:50 WIB
X