Klinik Ryega Bantu Khitan Gratis Super Ring Bagi Dhuafa

- Sabtu, 24 Juli 2021 | 20:33 WIB
BANTU : Klinik Ryega Doro, di Jalan Kutosari Kecamatan Doro Pekalongan membantu khitan anak dhuafa Sabtu (24/7).
BANTU : Klinik Ryega Doro, di Jalan Kutosari Kecamatan Doro Pekalongan membantu khitan anak dhuafa Sabtu (24/7).

KAJEN- Suaramerdeka-pantura.com- Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama khususnya yang membutuhkan, Klinik Ryega Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan menggratiskan khitan super ring bagi dhuafa.

“Dalam membantu masyarakat dhuafa dan yatim piatu, utamanya dalam menjalankan salah satu kewajiban Agama Islam yakni mengkhitankan anak. Klinik Ryega bekerjasama dengan MWCNU Kecamatan Doro menggelar sunat gratis dengan metode Super Ring,” kata Ceo Klinik Rawat Inap Ryega Doro, Ryan Ardanaputra di kliniknya di Jalan Kutosari Kecamatan Doro Pekalongan.

Dikatakannya, khitan ini dilaksanakan usai digelar private ekslusif update sunat modern metode super ring dan workshop sunat modern ramah anak, tanpa jarum suntik super ring dan perawatan pasca khitan.

“Kami laksanakan pelatihan khitan modern yang diikuti 12 peserta yang berasal dari Pekalongan dan Batang, sekaligus khitan gratis untuk dua belas anak yatim dan dhuafa di sekitar Doro bekerjasama dengan MWCNU Doro,” katanya.

Dikatakan dokter Ryan, hal itu juga merupakan target dari Klinik Rawat Inap Ryega Doro yang menargetkan 250 anak-anak yang disunat dengan metode super ring.

“Alhamdulillah sekarang sudah lebih dari 250 anak yang telah kami khitan dengan metode super ring di Klinik Ryega ,” jelasnya.

Untuk khitan super ring sendiri menurutnya, merupakan metode sunat tanpa menggunakan jarum suntik, tanpa jahit, sehingga pasca disunat si buah hati langsung bisa beraktivitas seperti pakai celana, mandi dan lari.

“Dengan menggunakan super ring ini, mempunyai kelebihan klem akan lepas secara autodrop sehingga tidak perlu kontrol,” papar pia yang biasa dipanggil Dokter Ryan.

Sementara Perwakilan MWCNU Doro, Musbichin, menuturkan, khitan dengan metode super ring tidak sakit, lebih cepat dan tidak ada anak yang nangis serta bisa langsung beraktivitas seperti biasa, beda dengan metode sunat konvensial.

“Saya atas nama masyarakat berterimakasih, karena telah membantu para dhuafa untuk menghitankan anaknya. Yang jelas, dengan metode sunat ini, anak-anak menjadi tidak takut lagi apabila akan dikhitan, karena tidak sakit baik pada saat sebelum, proses maupun setelah khitan,” tuturnya. (H79)

Halaman:

Editor: Siti Masithoh

Tags

Terkini

Disporapar Jateng Monitoring Persiapan Dulongmas 2021

Selasa, 21 September 2021 | 20:02 WIB

Puluhan Anak Yatim Diberi Santunan Sarana Belajar

Jumat, 20 Agustus 2021 | 16:53 WIB

UMPP Gelar Vaksinasi Mahasiswa dan Masyarakat

Selasa, 3 Agustus 2021 | 15:43 WIB

Terpopuler

X