Petani Kabupaten Pekalongan Antusias Kembangkan Benih Trisakti

- Kamis, 22 Juli 2021 | 16:47 WIB
CEK : Tim pengembangan benih trisakti mengecek hasil perkembangan tanaman padi di Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan Kamis (22/7).
CEK : Tim pengembangan benih trisakti mengecek hasil perkembangan tanaman padi di Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan Kamis (22/7).

KAJEN- Suaramerdeka-pantura.com- Sejumlah petani di Kabupaten Pekalongan saat ini tengah antusias mengembangan pertanian dengan menggunakan benih trisakti dan metode mikroba google. Seperti yang ada di Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan.


Pelopor dan Koordinator Pengembangan Pertanian Kabupaten Pekalongan Amat Antono mengatakan, pengembangan pertanian jenis baru ini dilakukannya bersama tim lantaran ingin memperkuat pangan di daerah.


“Selepas purna saya bersama teman-teman ingin memperkuat pangan. Ini menjadi penting setelah isu kesehatan,” kata mantan Bupati Pekalongan ini.


Dikatakannya, ada beberapa keunggulan yang didapat dalam pengembangan pertanian ini. Yaitu pertama usia padi hanya 75 hari sejak ditanam. Kedua tahan hama dan ketiga yaitu hemat air yang bisa diaplikasikan di daerah upat-upat.


“Bisa dilihat di usia tanaman 62 hari ini, kondisinya tetap bagus. Tidak diserang hama, meski tidak jauh dari sini atau sekitar 100 meter terdapat lahan diserang hama,” ucapnya.


Pihaknya menargetkan, hasil produksi padi bisa atas 8 ton per hektare. Untuk menyukseskan hasil pengembangan tanaman ini, berbagai pihak telah dirangkul mulai penyuluh, petani, hingga pengamat hama.


“Jika target produksi tercapai, kami akan mengajak kawan-kawan untuk menanam ini karena bisa meningkatkan produksi. Untuk masalah harga kami juga akan berkoordinasi dengan pemda dan bulog. Mudah-mudahan bisa disambut baik dengan mempertahankan harga yang komersil. Ujicoba seluas 13 hektare ini dilakukan tim secara mandiri tanpa ada campur tangan dinas,” tuturnya.


Ditambahkannya, saat ini untuk tahap pertama dilakukan ujicoba di 6,6 hektare dan tahap kedua di 6,7 hektare dengan masing-masing memiliki usia tanam 62 hari dan 39 hari.

“Alhamdulillah semua pertumbuhan target. Kami akan sinergikan juga dengan kawan-kawan politik, desa, dan birokrat. Ini masih uji coba kalau sudah berhasil akan saya rangkul banyak petani dan mengembangkan di lahan lebih luas lagi yaitu sekitar 200 hingga 500 hektare,” kata dia.


Sementara itu salah seorang petani Khayin mengatakan, untuk ujicoba tahap pertama rencananya akan segera dilakukan panen. Dari perkembangannya memang berbeda dari tanaman padi biasannya.

Halaman:

Editor: Siti Masithoh

Tags

Terkini

TNI Polri Bantu Warga Terdampak PPKM Darurat

Rabu, 14 Juli 2021 | 20:55 WIB

Aplikasi Kudu Sekolah Masuk KIPP Sinovik 2021

Rabu, 7 Juli 2021 | 21:23 WIB
X