Kemitraan Gandeng Komunitas Jepang untuk Libatkan Generasi Muda dalam Aksi Perubahan Iklim

- Minggu, 4 September 2022 | 13:50 WIB
BERDISKUSI: Beberapa anak muda berdiskusi tentang aksi perubahan iklim di stand Kemitraan pada Pekalongan Japan Fest (Jfest) di GOR Jetayu, Sabtu (3/9). Foto : (suaramerdeka-pantura.com/Isnawati)
BERDISKUSI: Beberapa anak muda berdiskusi tentang aksi perubahan iklim di stand Kemitraan pada Pekalongan Japan Fest (Jfest) di GOR Jetayu, Sabtu (3/9). Foto : (suaramerdeka-pantura.com/Isnawati)

PEKALONGAN, suaramerdeka-pantura.com - Kemitraan/ Partnership bagi Tata Kelola Pemerintahan berkolaborasi dengan Komunitas Shiroichi dalam Pekalongan Japan Fest (Jfest) yang digelar di Gedung Olahraga dan Kesenian (GOR) Jetayu, 2-4 September.

Pada Jfest ini, Kemitraan mengelola satu stand booth sebagai ruang berinteraksi dan diskusi tentang perubahan iklim. Stand ini juga menjadi ruang edukasi tentang perubahan iklim. Informasi tentang berbagai kegiatan adaptasi perubahan iklim dalam program Adaptation Fund yang dilaksanakan Kemitraan di beberapa kelurahan di Kota Pekalongan juga bisa didapat di sini.

Tidak hanya itu, di stand ini juga diputar film-film tentang perubahan iklim di Kota Pekalongan. Kemitraan juga mengenalkan produk-produk pengembangan pemberdayaan ekonomi ramah lingkungan dari berbagai lokasi program Adaptation Fund yang tersebar di berbagai daerah. Seperti keripik rumput laut, keripik salak dan kopi yang dihasilkan dari beberapa desa di Provinsi Sulawesi Selatan.

Direktur Program Sustainable Governance Strategic Kemitraan, Dewi Rizki mengatakan, anak muda memiliki peran penting sebagai pelaku dan penggerak masyarakat dalam adaptasi perubahan iklim. “Kami ingin anak muda paham dan tahu adaptasi perubahan iklim. Karena anak muda memiliki peranan penting sebagai pelaku dan penggerak masyarakat. Sehingga setelah mengerti, menjadi paham apa yang harus dilakukan,” terang Dewi.

Kemitraan berpartisipasi pada acara tersebut agar anak-anak muda mengetahui dan ikut terlibat dalam adaptasi perubahan iklim di Kota Pekalongan. Menurutnya, peran serta anak muda sebagai penggerak adaptasi perubahan iklim akan membawa kebaikan di masa depan.

“Kemitraan berharap dengan berpartisipasi dalam acara Jfest ini, lebih banyak anak muda Pekalongan yang bertukar informasi, mengadvokasi aksi peduli perubahan iklim dari, oleh, dan untuk anak muda. Harapannya, sepuluh tahun ke depan menjadi pemimpin yang paham perubahan iklim sehingga Kota Pekalongan bisa lebih baik,” sambungnya.

Panitia JFest yang juga salah satu anggota Komunitas Shiroichi, Adi Kurniawan menambahkan, anak muda harus mulai digandeng untuk isu-isu lingkungan, terutama perubahan iklim. Anak muda harus paham jika perubahan iklim nyata.

“Kita harus mulai mengajak lebih banyak anak muda untuk tahu dan peduli tentang perubahan iklim karena dampaknya sudah jelas kita rasakan di Pekalongan,” paparnya.

Ia mencontohkan, banjir rob yang selalu menggenangi sejumlah kelurahan di Kota Pekalongan. Menurutnya, generasi muda bisa terlibat dalam aksi perubahan iklim dengan menerapkan gaya hidup ramah lingkungan.

“Misalnya jangan pakai motor. Kita bisa pakai sepeda atau bahkan jalan kaki. Karena kalau kita tidak peduli, mungkin di masa depan kita ke mana-mana akan pakai perahu karena Pekalongan sudah tenggelam,” kata Adi.

Halaman:

Editor: Kuswandi SM

Tags

Terkini

Imlek, Museum Batik Pamerkan Motif Kelengan

Jumat, 27 Januari 2023 | 15:02 WIB

Vaksinasi Covid 19 Terus Digalakkan di Kota Batik

Kamis, 26 Januari 2023 | 19:15 WIB

Penataan Alun-alun Kota Pekalongan Jadi Perhatian

Senin, 23 Januari 2023 | 19:00 WIB
X